Andriani, Ivon Tanjung (2017) ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PENGGUNAAN SEFOTAXIM DAN SEFTRIAXON PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Periode Agustus 2015 – Agustus 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

| Preview Download (402kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

| Preview Download (770kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

| Preview Download (6kB)
[thumbnail of PUBLIKASI_1.pdf]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

| Preview Download (57kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf]
Preview
Text
BAB 1.pdf

| Preview Download (174kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (242kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (234kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (204kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (168kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

| Preview Download (157kB)

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi yaitu bakteri enterik Gram negatif, dan bersifat pathogen pada manusia. Penggunaan obat antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang digunakan adalah sefotaxim dan seftriaxon. Antibiotik golongan sefalosporin memiliki mekanisme kerja yang sama dengan antibiotik golongan penisilin, yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan dan efektivitas biaya yang lebih murah antara sefotaxim dan seftriaxon pada pengobatan demam tifoid.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cost effective dari pengobatan sefotaxim dan seftriaxon pada pasien demam tifoid yang ditinjau pada lama rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektive melalui penelusuran rekam medik pasien yang menggunakan perhitungan ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio).
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya obat pasien yang menggunakan sefotaxim sebesar Rp.25.909/hari dengan lama rawat inap 4,93 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.454.974,- sedangkan biaya obat pasien menggunakan seftriaxon sebesar Rp.55.956/hari dengan lama rawat inap 4,23 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.340.194,-.
Pada analisis efektivitas biaya pengobatan demam tifoid pada anak menunjukkan bahwa seftriaxon mempunyai efektivitas lama rawat inap dibandingkan sefotaxim sedangkan untuk cost efektivitas biaya lebih efektif sefotaxim dibandingkan seftriaxon.

Kata Kunci : Analisis Efektivitas Biaya, Sefotaxim, ACER, Demam Tifoid, Seftriaxon

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Farmasi > Farmasi
Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:10
Last Modified: 24 Nov 2017 02:10
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7446

Actions (login required)

View Item View Item