Hendraningsih, Itut Anggraini (2016) MODEL PENINGKATAN KINERJA SDM MELALUI PROSEDURAL JUSTICE DAN KOMITMEN AFEKTIF DENGAN EFEK MODERASI SUPERVISI. Masters thesis, Fakultas Ekonomi UNISSULA.
Preview |
Text
COVER.pdf |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf |
Abstract
Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggarakan upaya
kesehatan dasar. Puskesmas mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan
yang optimal kepada masyarakat. Pada kenyataannya sering terdengar kritik dan
kecaman dari berbagai lapisan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan
di Puskesmas yang kurang profesional dan kurang empati dalam melaksanakan
program pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan
explanatory research yang meneliti tentang pengaruh prosedural justice dan
komitmen afektif terhadap kinerja sumberdaya manusia puskesmas terakreditasi
di Jepara yaitu puskesmas Mlonggo, Puskesmas Jepara, Puskesmas Welahan I,
dan Puskesmas Welahan II. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis
SEM PLS dengan metode pengambilan sample “sensus” untuk jumlah 109
responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi SDM
terhadap procedural justice dalam organisasi maka akan meningkatkan tingkat
komitmen afektif SDM, prosedural justice tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja SDM, semakin tinggi komitmen afektif maka akan
meningkatkan kinerja SDM, hasil penelitian ini membuktikan supervisi tidak
memoderasi terhadap hubungan komitmen afektif dan kinerja SDM Puskesmas
terakreditasi se - Kabupaten Jepara. Penelitian ini memiliki keterbatasan bahwa
nilai R Square yang rendah, dimana variasi komitmen afektif hanya dapat
dijelaskan prosedural justice sebesar 20,6 % sedangkan sisanya sebesar 79,4 %
dijelaskan oleh variasi variabel lain yang tidak masuk dalam model dan variasi
kinerja dapat dijelaskan prosedural justice dan komitmen afektif sebesar 25,9 %,
sisanya 74,1 % dijelaskan oleh variasi variabel lain yang tidak masuk dalam
model sehingga perlu memasukkan variable dependent lainnya sebagai variabel
kontrol untuk dapat menguraikan masalah.
Kata kunci : prosedural justice, supervisi, komitmen afektif, dan kinerja SDM.
Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
---|---|
Item Type: | Thesis (Masters) |
Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
Divisions: | Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi > Manajemen |
Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
Date Deposited: | 20 Sep 2016 07:04 |
Last Modified: | 20 Sep 2016 07:04 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5192 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |