Sangaji, Anton (2025) ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN SHOTCRETE TERHADAP FAKTOR KEAMANAN LERENG GALIAN (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B IKN). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
|
Text
Magister Teknik Sipil_20202400082_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Teknik Sipil_20202400082_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Pembangunan infrastruktur jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan geoteknik signifikan akibat keberadaan lapisan Clay shale yang masif. Clay shale merupakan batuan lempung dengan karakteristik kompleks, rapuh, permeabilitas rendah, serta sangat sensitif terhadap perubahan kadar air. Material ini mudah mengalami pelapukan akibat fenomena slaking dan fissility, yang menyebabkan degradasi kekuatan geser dan berpotensi memicu ke longsoran, terutama pada daerah dengan curah hujan tinggi atau kegiatan galian terbuka, penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa efektif shotcrete dalam mencegah stabilitas tanah clay shale dengan beberapa macam variasi kemiringan lereng.
Penelitian mengambil studi kasus pada pembangunan jalan beban hambatan IKN paket 6B yang kebanyakan lapisan tanah merupakan tanah clay shale. Penanganan kondisi ini memerlukan pendekatan mitigasi berbasis karakteristik tanah yang komprehensif, seperti penguatan lereng dengan struktur penahan, stabilisasi tanah, serta perlindungan permukaan menggunakan shotcrete. Shotcrete berfungsi sebagai pengendali erosi, penghambat infiltrasi, dan penunjang awal kekakuan lereng melalui penyemprotan beton bertekanan tinggi pada permukaan yang terlapuk. Penelitian ini menggunakan metode numerik guna mendapatkan gambaran secara komperhensif kondisi lereng yang dimitigasi dengan shotcrete.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng tanpa perkuatan dan dengan perkuatan memiliki perbedaan yang cukup signifikan, di mana penerapan shotcrete cenderung meningkatkan nilai Safety factor (SF) pada sebagian besar kondisi. Sebelum perkuatan, lereng dengan kemiringan 1:0,5 hingga 2:1 memiliki nilai SF antara 0,6 – 1,335, seluruhnya masih di bawah kriteria aman 1,5. Setelah perkuatan dengan shotcrete, nilai SF meningkat, yaitu pada rentang 1,27 – 1,335, namun tetap belum mencapai batas aman 1,5. Berdasarkan hasil ini, kemiringan minimum lereng yang direkomendasikan untuk diaplikasikan adalah 1,5:1 dan 2:1, karena memiliki potensi stabilitas yang lebih baik dan dapat dipertahankan di atas batas aman dalam jangka Panjang.
Kata kunci: Clay shale, Galian Lereng, Shotcrete, Safety factor, Stabilitas Lereng
| Dosen Pembimbing: | Rochim, Abdul and Arif, Rifqi Brilyant | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Teknik Sipil Pascasarjana |
| Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 03:55 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
