KAJIAN PONDASI DANGKAL PADA TANAH EKSPANSIF (STUDI KASUS TANAH BOJONEGORO)
Berkas Tugas Akhir
Magister Teknik Sipil_20202300175_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Magister Teknik Sipil_20202300175_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Tanah memiliki peran penting sebagai penopang utama dalam struktur bangunan. Namun, jenis tanah lempung ekspansif kerap menjadi tantangan dalam dunia konstruksi karena karakteristiknya yang berubah-ubah tergantung kadar air. Ketika basah, tanah ini mengembang, sedangkan saat kering, mengalami penyusutan, sehingga berpotensi menyebabkan keretakan pada pondasi maupun elemen struktural bangunan lainnya. Studi ini bertujuan untuk jenis tanah di wilayah Bojonegoro serta dampak terhadap penyebaran tegangan pada pondasi dangkal terhadap tanah ekspansif. Pengujian dilakukan dengan pengujian laboratorium seperti analisis indeks plastisitas, batas Atterberg, uji pemadatan, dan uji kuat geser. Fokus kajian meliputi identifikasi tingkat potensi pengembangan, klasifikasi aktivitas tanah, serta pola distribusi tegangan vertikal dan horizontal di bawah pondasi, apakah sesuai dengan pendekatan teoritis 2V:1H. Berdasarkan hasil analisis, tanah di kawasan Bojonegoro tergolong sangat ekspansif dengan parameter indeks plastisitas (PI) sebesar 53,92%, batas cair (LL) 84,60%, dan batas plastis (PL) 30,68%, berdasarkan klasifikasi USCS tanah Bojonegoro termasuk tanah lempung dengan kategori CH (High Plasticity). Pengamatan terhadap model pondasi menunjukkan penurunan sebesar 103,36 mm dan pengangkatan (unloading) sebesar 6,05 mm. Distribusi tegangan yang teramati mengikuti pola 6V:3H, yang secara teoritis ekuivalen dengan perbandingan 2V:1H. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam merancang pondasi yang lebih adaptif dan aman pada kondisi tanah yang bersifat ekspansif.
Kata kunci : Tanah lempung ekspansif, pondasi dangkal, distribusi tegangan, 2V :1H.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
