AKTIVITASANTIBAKTERIMINYAKATSIRIRIMPANG KUNYIT (CurcumadomesticaVal.)TERHADAPBAKTERIPATOGEN:TINJAUAN SISTEMATIS STUDI In Vitro
Berkas Tugas Akhir
Farmasi_33102300283_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri, salah satunya minyak atsiri berasal dari rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis antibakteri minyakatsiririmpangkunyitberdasarkanstudiinvitro,termasukjenisbakteriyang diuji, senyawa aktif yang berperan, dan variasi hasil antar penelitian.
Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan pendekatan PICO dan mengikuti alur PRISMA.Artikel diambil dari database PubMed, Scopus, dan GoogleScholar.Dari352artikel,enamartikelmemenuhikriteriauntukdianalisis.
Hasil penelitianmenunjukanbahwaminyakatsiri rimpangkunyit menghasilkan rendemen tertinggi (rata-rata 5,52%) pada metode hidrodestilasi. Minyak atsiri terbuktimenghambatbakteripatogenGrampositifStaphylococcusaureus,Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Micrococcus flavus dan Gram negatif Salmonella typhimurium, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Proteus vulgaris, Enterobacter cloacae. Senyawa utama yang ditemukan yaitu turmerondanturunannya(α-Turmeron,β-Turmeron,ar-Turmeron).Perbedaanhasil dipengaruhi oleh metode uji, konsentrasi, dan kualitas minyak atsiri yang digunakan.Minyakatsiririmpangkunyitmemilikipotensisebagaiagenantibakteri alami. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji senyawa paling aktif, aspek keamanan dan toksisitas untuk pengembangan minyak atsiri rimpang kunyit sebagai agen antibiotik berbasis bahan alam.
KataKunci: rimpangkunyit, minyakatsiri, antibakteri
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
