DETEKSI HOAX DI MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN NATURAL LANGUAGE PROCESSING DAN NAÏVE BAYES
Berkas Tugas Akhir
Teknik Informatika_32602100084_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Teknik Informatika_32602100084_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Media sosial berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi yang sangat cepat, tidak hanya memperkuat interaksi antarindividu, tetapi juga membuka peluang bagi beredarnya informasi yang belum terverifikasi, bahkan mengandung unsur kebohongan. Keberadaan hoaks dapat memicu disinformasi, keresahan publik, hingga menimbulkan dampak negatif dalam aspek sosial maupun ekonomi. Oleh karena itu, upaya untuk mendeteksi hoaks merupakan suatu langkah yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang mampu mendeteksi berita palsu di media sosial melalui pendekatan Natural Language Processing (NLP) serta penerapan algoritma Naïve Bayes. NLP digunakan dalam proses analisis teks untuk mengenali pola-pola linguistik khas yang sering ditemukan dalam hoaks. Sementara itu, algoritma Naïve Bayes dipilih karena efektivitasnya dalam melakukan klasifikasi teks berbasis probabilitas. Untuk menilai kinerja sistem, digunakan metrik evaluasi berupa akurasi, presisi, dan recall. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang di bangun mampu mencapai akurasi sebesar 95,87%, presisi sebesar 95,23%, dan recall sebesar 96,80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa model yang dibangun memiliki kinerja yang tinggi dan andal dalam membedakan antara konten hoaks dan non-hoaks di platform media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi awal dalam pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan guna menekan penyebaran misinformasi serta meningkatkan kepercayaan terhadap informasi di ruang digital.
Kata Kunci : Deteksi Hoax, Natural Language Processing, Naïve Bayes, Sosial Media , Berita Palsu
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
