library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP IMPULSIVE BUYING GENERASI Z DENGAN QANA’AH SEBAGAI VARIABEL MODERATING

Detail Tugas Akhir

PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP IMPULSIVE BUYING GENERASI Z DENGAN QANA’AH SEBAGAI VARIABEL MODERATING

Rohmah, Nelly Nur (2025) PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP IMPULSIVE BUYING GENERASI Z DENGAN QANA’AH SEBAGAI VARIABEL MODERATING. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Manajemen_30402100178_fullpdf.pdf
PDF
Text
Manajemen_30402100178_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (53kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Social Media Influencer terhadap Impulsive Buying dengan Qana’ah sebagai variabel moderasi. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan 384 responden pengguna aktif TikTok dan Instagram berusia 15-27 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif artinya bahwa individu dengan tingkat FOMO tinggi cenderung melakukan pembelian spontan akibat tekanan sosial dan tren di media sosial. Selain itu, Social Media Influencer juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap impulsive buying, kredibilitas, keahlian, dan citra influencer membangun ikatan emosional yang dapat mendorong pembelian impulsif. Qana’ah terbukti memoderasi hubungan antara FOMO dan impulsive buying secara positif, hal ini menunjukkan bahwa individu dengan sikap Qana’ah yang tinggi lebih mampu mengendalikan dorongan konsumtif. Namun, dalam konteks Social Media Influencer, Qana’ah memiliki pengaruh moderasi negatif, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai Qana’ah belum cukup efektif dalam menahan dampak promosi influencer yang persuasif. Analisis menunjukkan bahwa produk yang paling sering dibeli secara online oleh Generasi Z melalui TikTok dan Instagram adalah skincare/kosmetik (56,5%) dan fashion (33,3%). Ini mengindikasikan bahwa kedua kategori tersebut paling menarik perhatian Generasi Z dalam pembelian impulsif di media sosial.

Kata Kunci: Fear of Missing Out (FOMO), Social Media Influencer, Qana’ah, Impulsive Buying.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints