ESTIMASI NILAI EKONOMI OBAT TIDAK DIGUNAKAN PADA KALANGAN RUMAH TANGGA KOTA SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
33101800043_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Masyarakat perlu memahami bagaimana memilih, memperoleh, menggunakan, menyimpan dan memusnahkan obat dengan benar dan tepat sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan obat. Penggunaan obat yang tidak optimal dapat memberikan dampak salah satunya pada bidang ekonomi seperti meningkatnya biaya pengobatan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui estimasi nilai ekonomi dan persentase obat tidak digunakan serta obat yang paling banyak disimpan kalangan rumah tangga Kota Semarang.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional melalui prosedur penelitian survei kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah sampel 271 responden dari kalangan rumah tangga di Kota Semarang. Analisis hasil penelitian dilakukan menggunakan program Microsoft Excel 2016.
Obat-obatan yang sudah tidak digunakan dan masih disimpan kalangan rumah tangga Kota Semarang dengan total harga Rp2.948.412,- dan dengan rata-rata per keluarga sebesar Rp10.880,-. Kelompok obat yang paling banyak disimpan adalah kelompok obat analgesik yaitu sejumlah 117 (26,4%) dan kelompok obat dengan estimasi biaya tertinggi adalah obat sistem pernafasan dengan jumlah Rp852.837,- (28,9%). Produk obat yang paling banyak disimpan adalah paracetamol dengan jumlah 275 tablet dan total harga Rp63.525,- (2,2%).
Kata Kunci : Obat Tidak Digunakan, Biaya
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
