PERBEDAAN EFEKTIVITAS BAHAN PENCAMPUR SERBUK KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Enterococcus faecalis
Berkas Tugas Akhir
Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Bahan pencampur pada penggunaan serbuk kalsium hidroksida (Ca(OH)2) akan memudahkan pengaplikasian ke dalam saluran akar, efek anti bakteri melalui pelepasan ion OH- untuk peningkatan pH dan meningkatkan radiopasitas. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas bahan pencampur serbuk Ca(OH)2 terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan penelitian post test only control group design. Metode difusi agar dengan lubang sumuran berukuran diameter 6 mm dan kedalaman 4 mm diisikan pasta Ca(OH)2 + khlorheksidin 2%; pasta Ca(OH)2 + Gliserin; pasta Ca(OH)2 + Iodoform sebanyak
0,5 ml dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Zona hambat Enterococcus faecalis diukur dalam satuan millimeter setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C. Analisis data dengan Uji One Way Annova dilanjutkan Uji Post Hoc Least Significant Different (LSD) menggunakan program SPSS versi 24.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rerata zona hambat dari
ketiga jenis bahan pencampur Ca(OH)2 terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis (p = 0,000). Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa pasta Ca(OH)2+Khlorheksidin 2% dan pasta Ca(OH)2+Gliserin memiliki perbedaan secara bermakna dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis jika dibandingkan dengan pasta Ca(OH)2 + Iodoform (p
=0,000). Tidak ada perbedaan yang bermakna dalam menghambat pertumbuhan
bakteri Enterococcus faecalis antara pasta Ca(OH)2 + khlorheksidin 2% dan pasta
Ca(OH)2 + Gliserin (p = 0,066).
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pasta Ca(OH)2+ Khlorheksidin 2% dan pasta Ca(OH)2+Gliserin lebih efektif menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis dibandingkan dengan pasta Ca(OH)2+Iodoform.
Kata Kunci : Kalsium hidroksida, Klorheksidin 2%, Gliserin, Iodoform, Zona hambat, Enterococcus faecalis.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
