HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi yakni salah satu penyakit degeneratif yang perlu diwaspadai. Keadaan pola makan tinggi natrium, tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik menjadikan seseorang hipertensi. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan terhadap kejadian penyakit hipertensi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik observational. Desain yang digunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah 48 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner baecke dan ffq. Teknik analisa menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat aktivitas fisik kategori sedang 64,6%, pola makan sering konsumsi tinggi natrium 54,2%, sering konsumsi tinggi lemak 66,7%, konsumsi tinggi natrium dan lemak 50,0%, tidak sering konsumsi kalium 60,4%. Hasil analisis bivariat uji korelasi Spearman, aktivitas fisik didapatkan nilai r 0,412 dan p =0,004, natrium r 0,538 p=0,000, lemak r 0,473 p=0,001, natrium dan lemak r 0,385 p= 0,007, kalium r 0,254 p=0,081. Simpulan: Bahwa dengan aktivitas fisik yang rutin dan pola makan yang baik maka dapat diasumsikan dapat mengurangi terjadinya kejadian hipertensi pada pasien diRumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Kata Kunci: Aktivitas fisik, Pola Makan, Kejadian Hipertensi hipertensi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
