Nihlah, Ika Jihan Asna (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERNET FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN TAMBANG TAHUN 2023-2024. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Akuntansi_31402200048_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (1MB)
Akuntansi_31402200048_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (46kB)
Abstract
Sektor pertambangan di Indonesia merupakan pilar bagi perekonomian nasional, namun kontribusi ekonominya dibayangi oleh kerusakan lingkungan yang masif dan tidak dapat diabaikan seperti, pencemaran air, kerusakan ekosistem pesisir, dan pelepasan gas rumah kaca. Dampak lingkungan pertambangan dan transparansi melalui IFR sektor pertambangan di Indonesia penting bagi perekonomian nasional. Konsekuensi jangka panjang dari aktivitas tambang ini menuntut tingkat transparansi dan akuntabilitas yang jauh lebih tinggi dari sektor ini. Penerbitan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 mengenai peningkatan tarif royalti lebih lanjut menekankan urgensi pengungkapan yang bertanggung jawab, menjadikan IFR sebagai alat krusial untuk mengkomunikasikan kinerja dan mitigasi risiko lingkungan kepada pemangku kepentingan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan publik, dan jumlah komisaris independen terhadap praktik IFR pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023-2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif verifikatif dengan sampel 100 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas t=4,132; sig=0,000 dan struktur kepemilikan publik t=17,328; sig=0,000 berpengaruh positif signifikan terhadap IFR. Sebaliknya, ukuran perusahaan t=-10,970; sig=0,000 dan jumlah dewan komisaris independen t=-7,538; sig=0,000 berpengaruh negatif signifikan terhadap IFR. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,858 menunjukkan keempat variabel menjelaskan 85,8 persen variasi IFR. Kesimpulan penelitian mengonfirmasi bahwa profitabilitas tinggi dan kepemilikan publik luas meningkatkan transparansi IFR, sementara perusahaan besar dan dewan independen lebih berhati-hati dalam pengungkapan sukarela, sehingga diperlukan regulasi tambahan untuk mendorong IFR yang lebih komprehensif di industri pertambangan.
Kata Kunci : Internet Financial Reporting, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan,
Corporate Governance, Jumlah Dewan Komisaris Independen
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Mahasiswa FEB - Skripsi Akuntansi |
| Date Deposited: | 25 May 2026 02:57 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46916 |
