PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, NON PERFORMING FINANCING DAN DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Berkas Tugas Akhir
Akuntansi_31402100197_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Manajemen laba dikenal sebagai wujud keterlibatan atau intervensi yang
dijalakan dengan tujuan memberikan peningkatan keuntungan ketika dilakukan
proses pembuatan laporan keuangan eksternal. Tujuan dilakukannnya penelitian ini
adalah untuk melihat bagaimana Pengaruh Ukuran Perusahaan, Non Performing
Financing Dan Dewan Komisaris Independen Terhadap Manajemen Laba Pada
Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang dipakai
yakni sejumlah perusahaan perbankan syariah yang teregistrasi di BEI Tahun 20162022.
Dengan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 6 sampel. Data
dianalisis menerapkan analisis regresi linier berganda dan aplikasi SPSS 26. Hasil
mengindikasikan bahwasnaya Ukuran perusahaan memberikan pengaruh kepada
manajemen laba atau bahwa perusahaan yang lebih besar mempunyai dorongan
lebih tinggi dalam menjalankan perataan laba (bagian manajemen laba) daripada
perusahaan dalam skala kecil, sebab mempunyai biaya politik yang juga lebih besar.
NPF tidak menghasilkan pengaruh kepada manajemen laba artinya perusahaan
yang mempunyai leverage tinggi akan dihadapkan pada risiko yang juga tinggi, hal
ini mnejadikan investor mengarapkan return yang juga tinggi. Maka dari itu,
semakin tinggi rasio leverage, semakin tinggi intensi manajemen dalam melakukan
perekayasaan laba. Dewan komisaris independen tidak menghasilkan pengaruh
kepada manajemen laba artinya Dewan komisaris independen tidak mampu
mengurangi tindakan manajemen laba pada perusahaan go public.
Kata kunci : Ukuran Perusahaan, Non Performing Financing, Dewan Komisaris
Independen dan Manajemen Laba
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
