PENGARUH MEKANISME BONUS, TUNNELING INCENTIVE, DEBT COVENANT DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEPUTUSAN TRANSFER PRICING PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2022
Berkas Tugas Akhir
Akuntansi_31401900197_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Peristiwa tentang penyalahgunaan transfer pricing pernah dilakukan oleh PT. Adaro Energy Tbk. dengan adanya pengalihan laba PT Adaro Energy Tbk. melalui salah satu anak perusahaannya di Singapura yaitu Coaltrade Service International Pte. Ltd. sejak 2009-2017. Pengalihan laba tersebut membuat Adaro disebut bisa membayar pajak US$ 125 juta lebih rendah daripada yang seharusnya. Melalui pengalihan itu, diperkirakan pemerintah Indonesia mengalami potensi kehilangan pemasukan sekitar US$ 14 juta setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh mekanisme bonus, tunneling incentive, debt covenant dan ukuran perusahaan terhadap transfer pricing pada perusahaan sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 – 2022.
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 44 perusahaan sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 – 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel dari populasi berdasarkan kriteria tertentu. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme bonus, debt covenant dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing sedangkan tunneling incentive tidak berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing.
Kata Kunci : Transfer pricing, Mekanisme Bonus, Tunneling Incentive, Debt Covenant, Ukuran Perusahaan.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
