Nova, Riza (2002) ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PERUSAHAAN UBIN BETON KARYA RAHAYU SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
COVER.pdf |
![]() |
Text
ABSTRAK.pdf |
![]() |
Text
DAFTAR ISI.pdf |
![]() |
Text
BAB 1.pdf |
![]() |
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf |
![]() |
Text
14950369.pdf |
Abstract
Dalam perusahaan manufaktur harga pokok produksi mempunyai peranan
yang sangat penting untuk mengambil suatu keputusan yang dilakukan oleh
perusahaan. Penentuan harga pokok produksi dilakukan sebagai dasar
menentukan harga pokok penjualan, dimana harga pokok penjualan merupakan
beban biaya produksi dari barang-barang yang dihasilkan perusahaan. Oleh
karena itu ketelitian dan kecermatan sangat diperlukan dalam perhitungan hingga
pokok produksi yang diterapkan pada perusahaan Ubin Beton Karya Rahayu.
Perusahaan Ubin Beton Karya Rahayu Semarang merupakan salah satu
perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi tegel. Penentuan harga
pokok produksi mempunyai tuj uan sebagai alat untuk pengawasan terhadap
efisiensi biaya produksi dan sebagai alat untuk perencanaan laba dan
pengendalian biaya serta sebagai salah satu alat pertimbangan dalam menentukan
harga jual produk. Di dalam mengakumulasikan harga pokok produksinya,
perusahaan mempergunakan metode harga pokok pesanan, walaupun hanya
berdasarkan pesanan yang diterima saja, proses produksi tidak pabrik berhenti.
Hal ini dikarenakan perusahaan telah mempunyai langganan tetap. Dalam
perhitungan harga pokok produksinya, rnetode analisis yang digunakan adalah
metode kwantitatif, yaitu mengurnpulkan, mengolah, menganalisa dan
menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka dari obyek penelitian.
Dari basil penelitian yang dilakukan, perusahaan dalam menentukan biaya
bahan baku menerapkan perhitungan-perhitungan terhadap biaya-biaya yang
benar-benar terjadi disamping biaya-biaya standar. Hal ini dimaksud agar
perusahaan dapat melakukan pengawasan biaya, yaitu dengan cara membanding
biaya-biaya produksi yang dibebankan dengan biaya-biaya produksi yang
sesungguhnya. Dalam pengurnpulan biaya bahan baku tak langsung atau biaya
bahan penolong dan biaya tenaga kerja tak langsung yang seharusnya dimasukkan
ke dalam biaya overhead pabrik oleh perusahaan dimasukkan ke dalam biaya
bahan baku clan biaya tenaga kerja. Tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi
perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam
menghitung harga pokok produk pesanan pembebanan BOP tidak berdasarkan
tarip. Perusahaan dalam menghitung harga pokok produksi menggunakan metode
full costing dan perhitungan harga pokok produksi tegel yang diperoleh lebih
besar bila dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan metode variabel costing. Sehingga dalam penentuan harga jualnya
akan lebih besar.
Dosen Pembimbing: | Alim Adiwijaya, Zaenal | UNSPECIFIED |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
Divisions: | Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi > Akuntansi |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 13 Jun 2022 02:47 |
Last Modified: | 13 Jun 2022 02:47 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/22915 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |