Putraningtyas, Agustinus David (2017) IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 2012 DAN RELEVANSINYA DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA PENCURIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN SUBSTANTIF (Studi Kasus di Polres Semarang). Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

Text
cover.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)
Text
abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (12kB)
Text
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (14kB)
Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (190kB)
Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (251kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (446kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (85kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (161kB)

Abstract

Kejahatan (crime) merupakan tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. rumusan permasalahan penelitian sebagai berikut : 1) bagaimana implementasi Perma Nomor 2 Tahun 2012 dalam penanganan tindak pidana pencurian di Polres Semarang ?; 2) bagaimanakah konsekuensi hukum dalam penanganan tindak pidana pencurian di Polres Semarang untuk mewujudkan keadilan substantif berdasarkan Perma Nomor 2 Tahun 2012?; 3) kendala apa yang timbul dalam implementasi Perma Nomor 2 Tahun 2012 dalam penanganan tindak pidana pencurian di Polres Semarang dan bagiamana upaya mengatasinya ?.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan metode analisis kualitatif. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa : 1) Implementasi Perma Nomor 2 Tahun 2012 dalam penanganan tindak pidana pencurian di Polres Semarang dalam hal ini sudah diterapkan dengan sebaik mungkin; 2) konsekuensi hukum dalam penanganan tindak pidana pencurian di Polres Semarang untuk mewujudkan keadilan substantif berdasarkan Perma Nomor 2 Tahun 2012 dapat diketahui dari penyebab terjadinya kegagalan peradilan pidana di Polres Semarang dikarenakan selama pelaksanaan hukum pidana materiil terikat dengan legalitas formal yang diatur dalam KUHAP yang mengandung kelemahan dalam pelaksanaannnya; 3) Kendala yang dialami adalah keterbatasan personil, anggaran, dan kemampuan penyidik Polres Semarang dalam melakukan penyelidikan. Upaya untuk mengaasi kendala tersebut adalah dengan peninjauan kembali terhadap Perma No. 02 Tahun 2012 dan mengesahkan RUU KUHP/KUHAP, menambah personil, anggaran, dan peningkatan kemampuan penyidik serta memberikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap RUU KUHP/KUHAP yang baru.

Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Mahkamah Agung, Tindak Pidana Pencurian

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Date Deposited: 19 Jan 2018 03:02
Last Modified: 19 Jan 2018 03:02
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/9477

Actions (login required)

View Item
View Item