ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER PADA PEMBELAJARAN GENERATIF DENGAN PENDEKATAN SAVI
Berkas Tugas Akhir
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kata kunci : Generatif, SAVI, Gender, Berpikir Kritis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa setelah memperoleh model pembelajaran generatif dengan pendekatan SAVI ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al Fattah Semarang tahun ajaran 2016/2017. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas VIII A dengan jumlah siswa 27 orang, 12 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan, kelas VIII A sebagai kelas penelitian yang diberi perlakuan model pembelajaran Generatif dengan pendekatan SAVI. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, metode tes, dan metode wawancara. Sebelum dilakukan tes, siswa mengikuti pembelajaran Generatif dengan pendekatan SAVI terdiri atas 4 tahap, yaitu tahap eksplorasi, tahap pemfokusan, tahap tantangan, dan tahap penerapan. Analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki dengan kemampuan awal rendah masih memiliki kekurangan pada tahapan interpretasi, analisis, evaluasi, dan belum mampu pada tahapan inferensi. 2) Kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dengan kemampuan awal rendah mampu pada tahap interpretasi tetapi masih memiliki kekurangan pada tahap analisis, evaluasi, dan inferensi. 3) Kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki dengan kemampuan awal sedang mampu pada tahapan interpretasi, masih memiliki kekurangan pada tahapan analisis, mampu pada tahapan evaluasi dan inferensi. 4) Kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dengan kemampuan awal sedang mampu pada tahapan interpretasi, masih memiliki kekurangan pada tahapan analisis, evaluasi dan mampu pada tahapan inferensi. 5) Kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki dengan kemampuan awal tinggi mampu pada tahapan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. 6) Kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dengan kemampuan awal tinggi mampu pada tahapan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
