PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN D TERHADAP SKOR GEJALA KLINIS PENDERITA RINITIS ALERGI SEDANG BERAT
Berkas Tugas Akhir
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang memiliki struktur molekul steroid. Peran vitamin D dalam regulasi fungsi imunitas telah diidentifikasi bahwa bentuk aktif vitamin D (1,25(OH) 2 D ) mengatur proliferasi dan fungsi makrofag,
sel dendritik, serta sel T dan sel B pada reaksi alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin D3 terhadap skor gejala klinis penderita rinitis alergi sedang-berat.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized control group pretest-posttest design pada 37 pasien RA yang didiagnosis dengan kuesioner dan anamnesis lalu dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok
perlakuan diberikan vitamin D3 (chole-kalsiferol;1000 IU), kelompok kontrol diberikan plasebo. Penilaian total skor gejala klinis menggunakan kuesioner.
Hasil rata-rata total skor sesudah pemberian vitamin D3 (cholekalsiferol;1000 IU) pada kelompok perlakuan sebesar 45,56 dan rata-rata total skor pada kelompok kontrol sebesar 124,21. Total skor gejala klinis pada
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak berbeda signifikan sebelum pemberian vitamin D3 (chole-kalsiferol;1000 IU). Satu bulan setelah pemberian
vitamin D3 (chole-kalsiferol;1000 IU) total skor gejala klinis pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol berbeda signifikan.
Pemberian vitamin D3 (chole-kalsiferol;1000 IU) selama satu bulan berpengaruh terhadap skor gejala klinis penderita rinitis alergi sedang-berat.
Kata kunci : rinitis alergi, vitamin D, immunomodulasi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
