Dewi, Puput Praharani (2016) PENGARUH EKSTRAK BIJI PEPAYA ( Carica Papaya L.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PLASMA DARAH TIKUS JANTAN DIABETES - Studi Eksperimental pada Tikus Galur Wistar yang Diinduksi Aloksan. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.
abstrak_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (87kB)
cover_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (606kB)
daftar isi_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (175kB)
bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (175kB)
bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (229kB)
bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (257kB)
bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (186kB)
bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (89kB)
daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (167kB)
Abstract
Malondialdehyde (MDA) merupakan hasil peroksidasi lipid dan menjadi penanda dari radikal bebas. Biji pepaya terbukti menurunkan kadar glukosa darah serta memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, dan tanin sebagai sumber antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya terhadap kadar MDA plasma darah pada tikus yang diinduksi aloksan.
Jenis penelitian eksperimental dengan post test only control group design dilakukan selama 28 hari menggunakan 20 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi 4 kelompok secara random. Kelompok KK-, KK+ kelompok kontrol positif dengan pemberian glibenklamid, KP1 perlakuan ekstrak biji pepaya dosis 200mg/kgBB/ekor/hari, dan KP2 perlakuan ekstrak biji pepaya dosis 400mg/kgBB/ekor/hari. Masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kadar MDA plasma darah diperiksa dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARs) assay. Analisis statistik dengan uji One way anova dilanjutkan uji Post hoc.
Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar MDA pada kelompok KK-, KK+, KP1, dan KP2 masing-masing adalah 13,230 nmol/ml ± 0,769, 12,780 nmol/ml ± 0,359, 11,770 nmol/ml ± 0,392, dan 10,946 nmol/ml ± 0,159. Analisis bivariat uji One way anova menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Uji Post hoc menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok penelitian (p<0,005).
Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya terhadap kadar malondialdehyde (MDA) plasma darah pada tikus yang diinduksi aloksan.
Kata kunci : Biji pepaya, Aloksan, Kadar Malondialdehyde (MDA)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter |
| Date Deposited: | 20 Sep 2016 06:50 |
| Last Modified: | 20 Sep 2016 06:50 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5072 |
