Purwaningrum, Nabila Indah (2026) EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI CELL FREE SUPERNATANT (CFS) BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus casei TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Studi Eksperimental Perbedaan Zona Hambat CFS Lactobacillus casei dibandingkan Salep Gentamisin 0,1% terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa yang Diisolasi dari Pasien dengan Ulkus Diabetikum. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
Kedokteran Umum_30102200142_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (2MB)
Text
Kedokteran Umum_30102200142_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (101kB)

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis yang menyerang 10-60% pasien diabetes akibat gangguan perfusi jaringan dan kerusakan kulit. Infeksi sering dipicu kolonisasi Pseudomonas aeruginosa yang membentuk biofilm sehingga meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Berdasarkan data WHO, bakteri ini masuk kategori critical dengan tingkat resistensi gentamisin mencapai 20,83%, sehingga memerlukan inovasi terapi. Lactobacillus casei menghasilkan metabolit antimikroba dalam cell-free supernatant (CFS) yang berpotensi menghambat pertumbuhan serta biofilm patogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan zona hambat CFS Lactobacillus casei dibandingkan salep gentamisin 0,1% terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa.
Penelitian ekperimental menggunakan pendekatan in vitro dengan desain post-test only control group. Sampel berupa isolat Pseudomonas aeruginosa dari pasien ulkus diabetikum. Terdapat tiga kelompok perlakuan yakni CFS Lactobacillus casei, salep gentamisin 0,1%, dan kontrol negatif NaCl 0,9% dengan 10 replikasi tiap kelompok perlakuannya. Aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan parameter diameter zona hambat (mm). Analisis statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Mann-Whitney.
Hasil menunjukkan kelompok kontrol negatif tidak memiliki zona hambat. Rerata diameter zona hambat CFS Lactobacillus casei sebesar 8,50 ± 0,527 mm, sedangkan salep gentamisin 0,1% sebesar 13,25 ± 0,425 mm. Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p <0,001, menunjukkan perbedaan signifikan daya hambat antara CFS Lactobacillus casei dan salep gentamisin 0,1% terhadap Pseudomonas aeruginosa.
Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan signifikan aktivitas antibakteri antara CFS Lactobacillus casei dan salep gentamisin 0,1% secara in vitro.

Kata kunci: Antibakteri, Cell-free supernatant, Lactobacillus casei, Pseudomonas aeruginosa

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 19 May 2026 02:43
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46952

Actions (login required)

View Item
View Item