Munawaroh, Siti Madinatul (2026) EFEKTIFITAS TERAPI BERMAIN BERBASIS TEORI PARENT CHILD INTERACTION (PCI) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI 3-5 TAHUN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
Magister Keperawatan_21902400039_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (1MB)
Magister Keperawatan_21902400039_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (52kB)
Abstract
Perkembangan anak usia dini merupakan periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang di masa depan. Pada usia prasekolah (3–5 tahun), anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik, bahasa, dan sosial sehingga membutuhkan stimulasi yang optimal. Keterlambatan perkembangan dapat berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar dan kemandirian anak. Bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi yang efektif, khususnya permainan playdough dan finger painting, merupakan bentuk stimulasi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak. Berdasarkan teori Parent Child Interaction (PCI) yang menekankan peran interaksi orang tua dan anak, diperlukan penelitian untuk menilai efektivitas terapi bermain terhadap perkembangan anak usia dini.
Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi bermain berbasis teori Parent Child Interaction terhadap perkembangan anak usia dini usia 3–5 tahun.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen pretest–posttest dengan kelompok kontrol dan intervensi. Sebanyak 80 anak usia dini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok finger painting (n=37) dan kelompok playdough (n=43). Perkembangan anak pada aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan sosial diukur menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perkembangan anak pada kedua kelompok setelah intervensi. Pada kelompok finger painting dan playdough terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001), dengan kelompok playdough memiliki proporsi anak kategori normal lebih tinggi (86,0%) dibandingkan kelompok finger painting (45,9%).
Kesimpulan: Terapi bermain berbasis teori Parent Child Interaction efektif dalam meningkatkan perkembangan anak usia dini. Permainan playdough menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan finger painting dalam meningkatkan perkembangan anak. Terapi bermain dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan anak untuk mendukung stimulasi tumbuh kembang secara optimal.
Kata Kunci: Terapi bermain, Parent Child Interaction, perkembangan anak, anak usia dini, playdough, finger painting.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Ilmu Keperawatan Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Ilmu Keperawatan |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 01:45 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46746 |
