Christyan, Andi (2026) ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA SALURAN SEKUNDER TELUK, STUDI KASUS DAERAH IRIGASI JRAGUNG. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Magister Teknik Sipil_20202200046_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (2MB)
Magister Teknik Sipil_20202200046_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (44kB)
Abstract
Efisiensi penyaluran air merupakan indikator utama dalam kinerja sistem irigasi teknis. Daerah Irigasi Jragung merupakan salah satu penyedia air vital bagi pertanian di wilayah Kabupaten Demak, namun fenomena kehilangan air (water loss) pada jaringan distribusinya, khususnya pada Saluran Sekunder Teluk, seringkali menyebabkan pasokan air tidak optimal di tingkat tersier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya debit kehilangan air akibat evapotranspirasi yang merupakan faktor alam, rembesan yang merupakan faktor teknis dan pengambilan liar yang merupakan faktor non teknis serta mengevaluasi nilai efisiensi penyaluran air pada saluran tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode keseimbangan air (inflow-outflow method) dengan pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter dan luas penampang saluran diukur dengan menggunakan meteran untuk mendapatkan debit sesaat di lapangan pada 5 ruas saluran yang berbeda.. Untuk kehilangan air akibat evapotranspirasi dianalisis dengan menggunakan metode Penman Modifikasi yang didukung data klimatologi dan kehilangan air akibat rembesan dianalisis menggunakan rumus Moritz (USBR) berdasarkan standar krtiteria perencanaan irigasi (KP-03). Sedangkan kehilangan air akibat pengambilan liar dianalisis dengan cara melakukan pendataan jenis dan jumlah titik pengambilan liar. Setelah kehilangan air total diketahui, dilakukan analisis efisiensi saluran dengan membandingkan debit yang masuk dan debit yang keluar di sepanjang segmen saluran tinjauan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan air total yang terjadi pada Saluran Sekunder Teluk adalah sebesar 292,17 lt/detik sepanjang saluran yang menjadi studi kasus. Kehilangan air terbesar disebabkan oleh faktor rembesan pada saluran dengan penampang tanah. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh nilai efisiensi penyaluran rata-rata sebesar 89,91%. Nilai ini menunjukan kehilangan air sedikit lebih besar berdasarkan standar kriteria perencanaan irigasi (KP-01). Penelitian ini merekomendasikan lapisan pasangan batu pada lantai saluran yang masih berupa tanah dan perlunya pemeliharaan rutin untuk meminimalisir kebocoran serta penertiban pengambilan liar untuk meningkatkan produktifitas pertanian.
Kata kunci: Kehilangan air, Efisiensi irigasi, Irigasi Jragung, Rembesan, Evapotranspirasi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Teknik Sipil Pascasarjana |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 07:35 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46715 |
