HUBUNGAN SELF-EFFICACY, LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP DAN SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200039_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal jangka panjang yang sering menimbulkan perubahan fisik dan psikologis pada pasien. Self-efficacy dan lama menjalani hemodialisis berperan penting dalam kemampuan pasien beradaptasi, yang berdampak pada kualitas hidup serta self-management mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup serta self-management pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yaitu dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah responden sebanyak 105 dengan teknik pengambilan total sampling. Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang kemudian di analisis menggunakan uji somers’d.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kualitas hidup (ρ=0,001< 0,05) serta self-efficacy dengan self-management (ρ =0,001< 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (ρ=0,001< 0,05) dan lama menjalani hemodialisis dengan self-management (ρ=0,001< 0,05).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy, lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup dan self-management pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Kata Kunci: Self-Efficacy, Lama Hemodialisis, Kualitas Hidup, Self-Management, Hemodialisis.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
