Fidyaningrum, Ratna (2026) ANALISIS DAMPAK BANJIR TERHADAP KERUGIAN LAHAN PERTANIAN DAN ADAPTASI PETANI DI DESA GERDU, KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Text
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202000053_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (177kB)
Text
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202000053_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (7MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan Desa Gerdu, Kabupaten Jepara terhadap bencana banjir akibat letak geografisnya di dataran rendah dan dilintasi Sungai SWD II. Banjir periodik ini berdampak signifikan terhadap sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan luasan lahan terdampak, mengidentifikasi besaran kerugian lahan pertanian, serta menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner kepada 59 responden petani, serta analisis spasial menggunakan GIS untuk pemetaan kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,09% dari total wilayah Desa Gerdu terdampak banjir, dengan luas lahan pertanian pada zona kerawanan tinggi mencapai 75 Ha (71,43%). Banjir ekstrem tahun 2024 menyebabkan genangan setinggi 30 cm hingga 150 cm dengan durasi lebih dari satu minggu, yang mengakibatkan gagal panen (puso) massal. Secara ekonomi, petani mengalami kerugian input produksi berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp17.000.000/ Ha, ditambah biaya pemulihan lahan pasca-banjir sebesar Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000/ Ha. Serta terdapat kerusakan infrastruktur pendukung pertanian berupa pematang sawah (galengan) terkikis, saluran irigasi yang tersumbat, dan jalan usaha pertanian yang tertutup lumpur. Strategi adaptasi yang dilakukan petani meliputi adaptasi fisik (pengaturan pola tanam Padi–Padi–Bero), adaptasi sosial ekonomi (pola nafkah ganda dan optimalisasi kelompok tani), serta adaptasi sumber daya manusia (manajemen air melalui pompa air dan penggunaan teknologi komunikasi untuk peringatan dini). Kesimpulannya, dampak banjir di Desa Gerdu menimbulkan kerugian materiil yang besar, sehingga diperlukan penguatan kapasitas adaptasi teknologi dan manajemen air kolektif untuk melindungi keberlanjutan sektor pertanian.
Kata Kunci: Banjir, Lahan Pertanian, Kerugian Ekonomi, Adaptasi Petani.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik
Fakultas Teknik > Mahasiswa FT - Skripsi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi)
Date Deposited: 29 Apr 2026 07:42
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46642

Actions (login required)

View Item
View Item