Polnaja, Wina Shaulla (2026) PENGARUH KRIM EKSTRAK KOMBUCHA TERHADAP KADAR EGF DAN IL-10 PADA TIKUS MODEL XEROSIS-LIKE. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010532_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010532_fullpdf.pdf

| Download (10MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010532_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010532_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (81kB)

Abstract

Latar Belakang: Xerosis merupakan kondisi kulit kering yang menyebabkan gatal kronis dan meningkatkan kerentanan terhadap inflamasi. Pengobatan saat ini seperti urea dapat menimbulkan iritasi. Ekstrak kombucha memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan melembapkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh krim ekstrak kombucha terhadap kadar EGF dan IL-10 pada tikus model xerosis-Iike.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo ini melibatkan 30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat (K1), kontrol negatif dengan basis krim (K2), kontrol positif dengan krim urea 5% (K3), serta kelompok perlakuan krim ekstrak kombucha 10% (K4) dan 20% (K5). Xerosis diinduksi menggunakan Sodium Lauryl Sulfate 5% selama sembilan hari pada kulit tikus yang telah dicukur, dilanjutkan perlakuan topikal selama tujuh hari. Kadar EGF dan IL-10 diukur dari jaringan kulit menggunakan metode ELISA. Analisis data kadar EGF menggunakan uji One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Tamhane, kadar IL-10 dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney, dengan kemaknaan statistik ditetapkan p<0,05.
Hasil: Kadar EGF tertinggi ditemukan pada kelompok K4 (665,96 ± 17,74 ng/L) diikuti oleh K2 (641,24 ± 52,35 ng/L), K1 (618,43 ± 62,62 ng/L), K5 (602,63 ± 18,00 ng/L), dan terendah pada K3 (573,88 ± 25,09 ng/L) dengan hasil uji One-Way ANOVA (p=0,006). Kadar IL-10 tertinggi ditemukan pada kelompok K1 (201,41 ± 20,41 pg/mL), diikuti oleh K2 (190,41 ± 3,89 pg/mL), K3 (189,69 ± 6,99 pg/mL), K5 (182,37 ± 3,19 pg/mL), dan terendah pada K4 (181,60 ± 3,42 pg/mL) dengan hasil uji Kruskal-Wallis (p=0,013).
Kesimpulan: Krim ekstrak kombucha berpengaruh terhadap kadar EGF dan IL-10 pada tikus model xerosis-like.

Kata Kunci: ekstrak kombucha, xerosis, epidermal growth factor (EGF), IL-10, krim topikal

Dosen Pembimbing: Mulyani, Sri Priyantini and Zulaikhah, Siti Thomas | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 03:52
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46627

Actions (login required)

View Item View Item