library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR AQUAPORIN-3 DAN HYALURONIC ACID (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS)

Detail Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR AQUAPORIN-3 DAN HYALURONIC ACID (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS)

Jaya, Sari Indah (2026) PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR AQUAPORIN-3 DAN HYALURONIC ACID (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010523_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010523_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (147kB)

Abstract

Latar Belakang: Xerosis cutis ditandai gangguan hidrasi dan fungsi sawar kulit akibat penurunan Aquaporin-3 (AQP3) dan Hyaluronic Acid (HA). Secretome hypoxia mesenchymal stem cells (SH-MSCs) mengandung faktor pertumbuhan dan sitokin antiinflamasi yang berpotensi mempengaruhi hidrasi serta memperbaiki struktur kulit. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh injeksi intradermal SH- MSCs terhadap kadar AQP3 dan HA pada tikus model xerosis cutis like.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Xerosis cutis diinduksi dengan SLS 5%. 34 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok sehat, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan injeksi SH-MSCs dosis 100 µL, 200 µL, dan 300 µL. Pemberian perlakuan dilakukan pada hari ke-10, 13, 16, dan 19. Pada hari ke- 10, 4 tikus diambil jaringan kulitnya untuk pemeriksaan HE dan pada hari ke-22 untuk pengukuran kadar AQP3 dan HA melalui metode ELISA. Analisis menggunakan One Way-ANOVA dilanjutkan post hoc LSD (AQP3) dan Tamhane (HA).
Hasil: Pemberian SH-MSCs intradermal mempengaruhi kadar AQP3 dan HA secara dosis-respons dibanding kontrol negatif (K2: AQP3 130,96 ± 8,00 ng/L; HA 198,52 ± 5,56 ng/L). Peningkatan paling tinggi terjadi pada dosis 300 µL (K6: AQP3 626,96 ± 5,05 ng/L; HA 737,41 ± 11,25 ng/L). One-Way ANOVA
menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,001). Uji post hoc menunjukkan hampir seluruh perbandingan berbeda signifikan (p<0,001), kecuali K1 dan K6 (AQP3 p=0,726; HA p=1,000).
Kesimpulan: Injeksi intradermal SH-MSCs secara signifikan mempengaruhi kadar AQP3 dan HA pada tikus xerosis cutis secara dosis-respons, dengan dosis tertinggi (300 µL) mendekati nilai K1.

Kata Kunci: Xerosis cutis, Secretome hypoxia-MSC, AQP3, Hyaluronic Acid, tikus Wistar, hidrasi kulit

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints