Sartika, Eria (2026) PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK PROPOLIS DAN VITAMIN E TERHADAP KADAR SOD DAN MDA Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010507_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010507_fullpdf.pdf

| Download (3MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010507_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010507_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (148kB)

Abstract

Latar Belakang: Diet tinggi lemak memperburuk stres oksidatif, yang menyebabkan kerusakan seluler dan memicu berbagai penyakit. Pemberian propolis tunggal dapat memicu reaksi alergi dan vitamin E dosis tinggi dapat berisiko pro-oksidan. Kombinasi propolis dan vitamin E dianggap memiliki potensi sinergis untuk mengatasi stres oksidatif. Tujuan: Membuktikan pengaruh kombinasi ekstrak propolis dan vitamin E terhadap kadar superoxide dismutase (SOD) dan malondialdehyda (MDA).

Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design pada 30 ekor tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). Lima kelompok, termasuk kelompok kontrol sehat (K1), kelompok kontrol negatif yang menerima induksi diet tinggi lemak (K2), kelompok diet tinggi lemak dan vitamin E dosis 12 mg/kgBB/hari (K3), kelompok diet tinggi lemak dan ekstrak propolis dosis 36 mg/kgBB/hari (K4), dan kelompok diet tinggi lemak beserta kombinasi dosis ekstrak propolis 18 mg/kgBB/hari dan vitamin E 6 mg/kgBB/hari (K5) yang diberikan setiap hari selama 14 hari. Sampel darah diambil pada hari ke-15 untuk mengukur kadar SOD dan MDA menggunakan metode ELISA.

Hasil: Rerata kadar SOD terendah ditemukan pada kelompok K2 (1,334 ± 0,187 ng/mL) dan tertinggi pada K3 (1,954 ± 0,156 ng/mL). Uji One-Way ANOVA (Robust) yang dilanjutkan dengan uji post hoc Tamhane’s T2 menunjukkan perbedaan signifikan antara K2 dan K3 (p = 0,005). Rerata kadar MDA terendah ditemukan pada K2 (0,250 ± 0,068 mmol/mL) dan tertinggi pada K3 (0,442 ± 0,077 mmol/mL). Uji One-Way ANOVA dan uji post hoc LSD menunjukkan perbedaan MDA yang signifikan antar kelompok (p < 0,05), khususnya antara K2 dengan seluruh kelompok lainnya.

Kesimpulan: Kadar SOD ditemukan lebih tinggi pada kelompok yang diberikan vitamin E dosis 12 mg/kgBB/hari.

Kata Kunci: Diet Tinggi Lemak, Ekstrak Propolis, Vitamin E, SOD, MDA

Dosen Pembimbing: Wibowo, Joko Wahyu and Sarosa, Hadi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:36
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46604

Actions (login required)

View Item View Item