Anapitu, Ayu Ashari (2026) PENGARUH KOMBINASI EXOSOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL DAN HYALURONIC ACID TERHADAP KADAR MDA DAN EKSPRESI GEN IL-10 (Studi Eksperimental Pada Tikus Wistar Model Collagen Loss Akibat Paparan UVB). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010502_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010502_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010502_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010502_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (41kB)

Abstract

Pendahuluan: Paparan ultraviolet B (UVB) dapat menimbulkan stres oksidatif berlebih melalui pembentukan reactive oxygen species (ROS), yang menyebabkan peroksidasi lipid, peradangan, dan collagen loss. Hyaluronic acid (HA) dan exosome yang berasal dari mesenchymal stem cells hipoksia (EH‑MSCs) diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan imunomodulator, namun potensi efek sinergis keduanya pada kondisi collagen loss belum banyak diteliti. Tujuan: Menganalisis efek pemberian kombinasi EH‑MSCs dan HA terhadap kadar malondialdehida (MDA) sebagai biomarker stres oksidatif dan ekspresi gen IL‑10 sebagai penanda respon antiinflamasi pada model tikus collagen loss akibat paparan UVB. Metode: Penelitian in vivo ini menggunakan 34 ekor tikus jantan Wistar (200–250 g, usia 2–3 bulan) yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok: sehat tanpa UVB (K1), UVB + NaCl (K2), UVB + HA (K3), UVB + EH‑MSCs (K4), dan UVB + kombinasi HA + EH‑MSCs (K5). Paparan UVB (160 mJ/cm², 302 nm, 8 menit/hari) diberikan 5×/minggu selama 2 minggu. Perlakuan injeksi subkutan dilakukan pada hari ke‑15, dan analisis dilakukan pada hari ke‑20. Kadar MDA diukur menggunakan ELISA, sedangkan ekspresi gen IL‑10 diuji dengan qRT‑PCR menggunakan gen housekeeping GAPDH. Data dianalisis menggunakan ANOVA (p < 0,05). Hasil: Kadar MDA tertinggi terlihat pada kelompok K2 (46,20 ± 8,27 ng/mL) dan terendah pada K5 (24,32 ± 4,55 ng/mL), mendekati nilai kelompok sehat (24,45 ± 5,70 ng/mL). Ekspresi gen IL‑10 tertinggi juga ditemukan pada kelompok K5 (0,73 ± 0,31) dibandingkan K2 (0,03 ± 0,01) (p < 0,05). Kesimpulan: Kombinasi EH‑MSCs dan HA secara signifikan menurunkan peroksidasi lipid dan meningkatkan respon antiinflamasi, menunjukkan efek sinergis dalam memulihkan status redoks dan homeostasis jaringan kulit setelah paparan UVB.

Kata kunci: Exosome MSCs, Hyaluronic acid, UVB, Collagen loss, IL‑10, MDA, stres oksidatif

Dosen Pembimbing: Setiawan, Eko and Sumarawati, Titiek | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:40
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46599

Actions (login required)

View Item View Item