Prasetia, Andy (2026) PENGARUH SECRETOME HYPOXIA- MESENCHYMAL STEM CELLs (SH-MSCs) TERHADAP KADAR IGF-1 DAN KADAR MURF-1 (Studi Eksperimental In Vivo pada Mencit Betina Galur Inbred C57BL/6 yang Diinduksi Dexamethasone). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010501_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010501_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010501_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010501_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (150kB)

Abstract

Latar Belakang: Sarcopenia merupakan sindrom degeneratif yang ditandai penurunan massa dan kekuatan otot, salah satunya dipicu oleh paparan glukokortikoid seperti dexamethasone. Penurunan IGF-1 dan peningkatan MuRF- 1 berperan penting dalam proses atrofi otot. Secretome hypoxia–mesenchymal stem cells (SH-MSCs) berpotensi menjadi terapi regeneratif berbasis cell-free. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian SH-MSCs terhadap kadar IGF-1 dan MuRF-1 pada mencit betina galur C57BL/6 model sarcopenia yang diinduksi dexamethasone.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group dilakukan pada mencit betina galur C57BL/6 (n =36). Hewan dibagi menjadi empat kelompok: kontrol sehat n=10 (K1), model sarcopenia dexamethasone n=10 (K2), SH-MSCs 60 µL = 8 (K3), dan SH-MSCs 90 µL n=8 (K4) induksi sarcopenia dilakukan dengan dexamethasone. Kadar IGF-1 dan MuRF-1 diukur menggunakan ELISA, serta dilakukan analisis histopatologi otot rangka.
Hasil: Kelompok K2 menunjukkan penurunan IGF-1 dan peningkatan MuRF-1 signifikan dibanding K1 (p<0,05), menegaskan validitas model sarcopenia. Pemberian SH-MSCs pada K3 dan K4 meningkatkan IGF-1 (142,87±6,96 dan 141,01±5,94 vs 86,35±7,75) serta menurunkan MuRF-1 (36,05±4,40 dan 33,41±4,96 vs 79,28±7,23) dibanding K2 (p<0,05). Perbaikan morfologi otot juga lebih nyata pada kelompok perlakuan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis 60 µL dan 90 µL.
Kesimpulan: SH-MSCs efektif memperbaiki ketidakseimbangan anabolik– katabolik pada model sarcopenia induksi dexamethasone melalui peningkatan IGF-
1 dan penurunan MuRF-1, sehingga berpotensi sebagai terapi cell-free untuk regenerasi otot.

Kata Kunci: sarcopenia, SH-MSCs, IGF-1, MuRF-1, dexamethasone

Dosen Pembimbing: Sumarawati, Titiek and Setiawan, Eko | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:41
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46598

Actions (login required)

View Item View Item