Pratiwi, Andi Amalia Ayu (2026) PENGARUH EKSTRAK Curcuma longa ORAL DAN TOPIKAL TERHADAP KADAR MMP-9 DAN GPx (Studi Eksperimental In Vivo pada Tikus Galur Wistar Model Diabetes dengan Luka Eksisi). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010500_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010500_fullpdf.pdf

| Download (3MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010500_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010500_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (155kB)

Abstract

Latar Belakang: Penyembuhan luka pada diabetes melitus sering terganggu akibat hiperglikemia kronis yang memicu stres oksidatif dan ketidakseimbangan regulasi matriks ekstraseluler. Kondisi ini ditandai oleh perubahan biomarker penting, seperti Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) yang berperan dalam degradasi kolagen dan Glutathione Peroxidase (GPx) sebagai enzim antioksidan utama. Terapi konvensional seperti povidone iodine terutama bersifat antimikroba dan belum menargetkan gangguan molekuler tersebut. Ekstrak Curcuma longa yang mengandung kurkumin memiliki aktivitas antioksidan dan modulasi remodeling jaringan, sehingga berpotensi mendukung penyembuhan luka diabetes.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group ini menggunakan 30 ekor tikus galur Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok: kontrol sehat, kontrol negatif (diabetes dengan luka eksisi + basis hidrogel), kontrol positif (povidone iodine), perlakuan ekstrak Curcuma longa oral dosis 100 mg/kgBB/hari, hidrogel ekstrak Curcuma longa 10% topikal, serta kombinasi oral dan topikal. Diabetes diinduksi menggunakan streptozotocin dan dibuat luka eksisi full-thickness. Perlakuan diberikan selama 6 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pemeriksaan kadar MMP-9 jaringan luka dan GPx serum darah menggunakan metode ELISA.
Hasil: Rerata kadar MMP-9 jaringan luka tertinggi ditemukan pada K3 sebesar 3,21 ± 0,08 pg/mL dan terendah pada K5 sebesar 2,97 ± 0,05 pg/mL, dengan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05). Rerata kadar GPx serum darah tertinggi terdapat pada K1 sebesar 666,23 ± 77,10 pg/mL dan terendah pada K2 sebesar 476,22 ± 111,03 pg/mL, tanpa perbedaan bermakna antar kelompok (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian ekstrak Curcuma longa secara oral, topikal, dan kombinasi menurunkan kadar MMP-9 pada luka diabetes, namun tidak memengaruhi kadar GPx serum darah secara bermakna.
Kata kunci: Curcuma longa, diabetes melitus, GPx, luka eksisi, MMP-9

Dosen Pembimbing: Chodidjah, Chodidjah and Sumarawati, Titiek | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:41
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46597

Actions (login required)

View Item View Item