Devy, Alya Luthvia (2026) PENGARUH SERUM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR MMP-1 DAN GSH (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar dipapar Sinar UV-B). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010498_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010498_fullpdf.pdf

| Download (11MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010498_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010498_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Paparan sinar ultraviolet-B (UV-B) berperan dalam proses photoaging kulit melalui peningkatan stres oksidatif dan degradasi matriks ekstraseluler, yang ditandai oleh perubahan kadar Matrix Metalloproteinase-1 (MMP-1) dan glutathione (GSH). Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi memberikan efek protektif terhadap kerusakan kulit akibat paparan UV-B. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh serum ekstrak daun kelor terhadap kadar MMP-1 dan GSH pada kulit tikus Wistar terpapar UVB.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan serum ekstrak daun kelor 10% dan 15%. Tikus dipapar sinar UV-B dosis 70 mJ/cm² selama 15 menit setiap hari dan diberikan serum sesuai kelompok selama 14 hari. Pada hari ke-15, jaringan kulit diambil untuk pemeriksaan kadar MMP-1 dan GSH menggunakan metode ELISA.
Hasil: Rerata kadar MMP-1 pada kelompok kontrol negatif adalah 5,62 ± 0,53 ng/mL. Pemberian serum ekstrak daun kelor menunjukkan rerata kadar MMP-1 sebesar 6,73 ± 1,85 ng/mL pada konsentrasi 10% dan 7,19 ± 1,20 ng/mL pada konsentrasi 15%, dengan perbedaan bermakna kadar MMP-1 antar kelompok penelitian (p<0,05), namun tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol negatif. Rerata kadar GSH pada kelompok kontrol negatif adalah 19,44 ± 8,56 mg/L, sedangkan pada kelompok serum ekstrak daun kelor 10% dan 15% masing-masing sebesar 17,69 ± 5,12 mg/L dan 19,62 ± 3,96 mg/L. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar GSH antar kelompok (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian serum ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar MMP-1, tidak pengaruh terhadap kadar GSH negatif pada tikus model paparan UV-B kronis.
Kata Kunci: Moringa oleifera, MMP-1, GSH, UV-B, tikus Wistar

Dosen Pembimbing: Trisnadi, Setyo and Mawardi, Prasetyadi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:58
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46545

Actions (login required)

View Item View Item