library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

HUBUNGAN MENIKAH USIA DINI TERHADAP RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI BAWAH USIA 2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOLILO 1

Detail Tugas Akhir

HUBUNGAN MENIKAH USIA DINI TERHADAP RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI BAWAH USIA 2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOLILO 1

Sarmadiya, Baiq Farah (2026) HUBUNGAN MENIKAH USIA DINI TERHADAP RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI BAWAH USIA 2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOLILO 1. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Ilmu Keperawatan_30902200053_fullpdf.pdf
PDF
Text
Ilmu Keperawatan_30902200053_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (46kB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sukolilo 1. Pernikahan usia dini berpotensi meningkatkan risiko stunting karena ibu yang menikah pada usia muda umumnya belum siap secara fisik maupun psikologis, serta memiliki keterbatasan dalam pengetahuan gizi dan pola asuh. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas kehamilan, kelahiran, serta tumbuh kembang anak.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden ibu yang memiliki bayi di bawah usia 2 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan data demografi, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05).

Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas ibu berusia 20-30 tahun sebanyak 42 (84%), berpendidikan SMA (82%), dengan anak laki-laki lebih banyak (64%) dan sebagian besar baduta berusia 13–24 bulan (76%). Sebanyak 23 responden (46%) menikah usia dini dan 27 responden (54%) tidak menikah dini. Kejadian stunting ditemukan sangat tinggi yaitu pada 42 bayi (84%), sedangkan 8 bayi (16%) tidak stunting. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara menikah usia dini dan kejadian stunting dengan koefisien korelasi -0,403 dan nilai p = 0,004 (p < 0,01).
Simpulan:

Terdapat hubungan signifikan antara menikah usia dini dengan kejadian stunting pada bayi di bawah usia 2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukolilo 1. Semakin dini usia ibu menikah, semakin tinggi risiko anak mengalami stunting. Pencegahan pernikahan usia dini perlu diperkuat sebagai strategi untuk menurunkan prevalensi stunting, disertai dengan peningkatan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi calon ibu.

Kata kunci: menikah usia dini, stunting, bayi di bawah 2 tahun, Puskesmas Sukolilo 1

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints