Triadma, Shinta (2026) PENGARUH SERUM FRAKSI ETIL ASETAT DAUN MANGKOKAN (NOTHOPANAX SCUTELLARIUM) TERHADAP EKSPRESI NF-κB DAN IGF-1 (Studi Eksperimental Pada Model Tikus Wistar Alopecia Androgenetik yang Diinduksi Testosteron Propionat). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010493_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010493_fullpdf.pdf

| Download (3MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010493_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010493_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (258kB)

Abstract

Latar belakang: Alopecia androgenetik (AGA) merupakan bentuk kerontokan rambut progresif yang paling sering terjadi pada pria, dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap kualitas hidup. Terapi standar seperti minoksidil topikal dan finasterid oral efektif menekan kerontokan rambut, namun penggunaannya terbatas oleh efek samping dan efektivitas yang hanya berlangsung selama terapi. Daun mangkokan diketahui mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa bioaktif tersebut berpotensi menekan jalur inflamasi melalui inhibisi aktivasi NF-κB serta meningkatkan IGF-1 yang berperan penting dalam mempertahankan fase anagen dan regenerasi rambut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh serum fraksi etil asetat daun mangkokan terhadap ekspresi NF-κB dan IGF-1 pada tikus wistar alopecia androgenetik yang diinduksi testosteron propionat.
Metode: Penelitian eksperimental dengan post-test only control group design. Kelompok K2, K3, K4 dan K5 masing-masing diinduksi testosteron, sedangkan pada kelompok K1 adalah kelompok sehat. Pada K4 diberi serum fraksi etil asetat daun mangkokan dengan dosis 2% dan K5 diberi 5% setiap hari selama 28 hari, sedangkan K2 diinduksi testosteron propionat sedangkan K3 diberi minoksidil 2%. Ekspresi NF-κB dan IGF-1 diperiksa dari sampel jaringan kulit punggung pada hari ke 28.
Hasil: Hasil analisis ekspresi gen NF-κB diperoleh nilai ΔCq rata-rata (mean±SD) kelompok K5 memiliki tingkat penurunan paling besar sebesar 8,456±0,35 diikuti K4 sebesar 7,952±0,34, K3 sebesar 7,312±0,33, dan K2 sebesar 7,12±0,34, sedangkan K1 sebesar 0,00±0,00. Hasil analisis ekspresi gen IGF-1 diperoleh nilai K1 sebesar 7,452±0,47; K2 0,00±0,00; K3 7,296±0,47; K4 8,774±0,46; dan K5 7,824±0,49. Pemberian serum fraksi etil asetat daun mangkokan konsentrasi 2% dan 5% terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan ekspresi NF-κB (p = 0,000) dan meningkatkan ekspresi IGF-1 (p = 0,000) pada tikus Wistar alopecia androgenetik yang diinduksi testosteron propionat. Pemberian serum fraksi etil asetat daun mangkokan menyebabkan ekspresi NF-κB paling rendah dengan efek paling optimal pada dosis 5% dan menyebabkan ekspresi IGF-1 paling tinggi pada dosis 5%.
Kesimpulan: Pemberian serum fraksi etil asetat daun mangkokan berpengaruh terhadap ekspresi NF-κB dan IGF-1 pada tikus wistar alopecia androgenetik yang diinduksi testosterone propionat.

Kata Kunci: serum fraksi etil asetat, daun mangkokan, ekspresi, NF-κB, IGF-1.

Dosen Pembimbing: Husaanaa, Atina and Chodidjah, Chodidjah | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:43
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46533

Actions (login required)

View Item View Item