library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH- MSCs) TERHADAP EKSPRESI FILAGGRIN DAN LORICRIN (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis-like yang Diinduksi SLS)

Detail Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH- MSCs) TERHADAP EKSPRESI FILAGGRIN DAN LORICRIN (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis-like yang Diinduksi SLS)

Sukadiana, I Ketut Agus (2026) PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH- MSCs) TERHADAP EKSPRESI FILAGGRIN DAN LORICRIN (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis-like yang Diinduksi SLS). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010486_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010486_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (55kB)

Abstract

Latar belakang: Xerosis cutis ditandai gangguan sawar epidermis yang berkaitan dengan penurunan protein diferensiasi keratinosit, terutama filaggrin (FLG) dan loricrin (LOR). Secretome hypoxia mesenchymal stem cells (SH-MSCs) merupakan produk parakrin bebas sel yang berpotensi mendukung perbaikan homeostasis sawar. Penelitian ini menilai pengaruh injeksi intradermal SH-MSCs terhadap ekspresi filaggrin dan loricrin pada model tikus Wistar xerosis-like yang diinduksi sodium lauryl sulfate (SLS) serta menentukan dosis yang paling efektif.

Metode: Studi eksperimental rancangan post-test only dilakukan pada 30 tikus Wistar jantan yang dirandomisasi menjadi enam kelompok (n=5): K1 normal (tanpa SLS), K2 xerosis-like + NaCl 300 µL, K3 xerosis-like + hyaluronic acid non-crosslink 2 mg/mL 300 µL, serta K4–K6 xerosis-like + SH-MSCs dosis 100 µL, 200 µL, dan 300 µL (dosis 100–200 µL diencerkan NaCl hingga total 300 µL). Induksi xerosis-like dilakukan dengan aplikasi topikal SLS 5% dua kali sehari selama 9 hari. Injeksi intradermal diberikan di empat titik pada hari ke-10, 13, 16, dan 19; jaringan kulit dorsal diambil pada hari ke-22. Ekspresi mRNA filaggrin dan loricrin diukur dengan qPCR dan dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan uji lanjut Tamhane.

Hasil: Ekspresi loricrin berbeda bermakna antar kelompok (p<0,001), terendah pada K2 (0,534±0,303) dan tertinggi pada K6 (5,828±1,479). Ekspresi filaggrin juga berbeda bermakna (F(5,24)=18,266; p<0,001), tertinggi pada K6 (3,642±0,753). Dosis 300 µL menunjukkan pemisahan paling konsisten dibanding kontrol negatif.

Kesimpulan: SH-MSCs intradermal meningkatkan ekspresi filaggrin dan loricrin pada model xerosis-like dengan kecenderungan respons dosis; dosis optimal adalah 300 µL.

Kata kunci: xerosis-like; SH-MSC; filaggrin; loricrin; RT-qPCR.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints