KORELASI TROMBOSITOSIS TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM)
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200067_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Hiperglikemia kronis pada pasien diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan disfungsi endotel, stres oksidatif, dan peningkatan aktivitas trombosit yang berperan dalam aterosklerosis serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK). Studi pendahuluan di RS Islam Sultan Agung Semarang menemukan adanya kasus trombositosis pada pasien DM, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan trombositosis dengan kejadian PJK serta faktor klinis yang memengaruhi kadar trombosit.
Bahan dan Metode. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 160 rekam medis pasien DM. Variabel yang dianalisis meliputi PJK, kadar trombosit, tanda vital, gula darah sewaktu, parameter hematologi, dan elektrolit. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square, Mann–Whitney U, dan regresi logistik multivariat.
Hasil. Dari 160 sampel, rata-rata trombosit adalah 368,8 ± 141,23 ×10³/µL dan 46 responden mengalami trombositosis. Prevalensi PJK sebanyak 29 kasus. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara kadar trombosit dan PJK (p < 0,001). Odds Ratio menunjukkan bahwa trombositosis meningkatkan peluang terjadinya PJK. Analisis multivariat mengidentifikasi lima faktor yang berhubungan signifikan dengan kadar trombosit, yaitu tekanan darah sistolik, frekuensi napas, denyut jantung, gula darah sewaktu, dan jumlah leukosit.
Kesimpulan. Trombositosis terbukti berhubungan dengan PJK pada pasien DM dan dipengaruhi oleh beberapa faktor klinis yang perlu dipantau untuk mencegah komplikasi kardiovaskular.
Kata Kunci: trombositosis, diabetes melitus, penyakit jantung koroner.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
