Setioboedi, Didiet (2026) REKONSTRUKSI REGULASI PENEGAKAN HUKUM BAGI TENAGA MEDIS YANG TIDAK MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA TERHADAP PASIEN GAWAT DARURAT BERBASIS KEADILAN RESTORATIF. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300153_fullpdf.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300153_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300153_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300153_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (2MB)

Abstract

Regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat di Indonesia belum ada yang konkret memberikan payung hukumnya , tidak jarang tenaga medis yang diduga tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat diperlakukan seperti pelaku tindak pidana. Sehingga perlu regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat yang mencerminkan kepastian hukum, keadilan dan bermanfaat.
Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menganalisis regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat berbasis keadilan restoratif, menganalisis dan menemukan kelemahan-kelemahannya, dan menemukan rekonstruksi regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat berbasis keadilan restoratif
Di sini, penulis menggunakan paradigma konstruktivisme dengan spesifikasi deskriptif analitis, dengan desain penelitian kualitatif. Jenis data berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan datanya meliputi studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Data dianalisa dengan Analisa kualitatif.
Hasil penelitian: 1. Regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat di dalam Hukum Positif Indonesia yang berlaku saat ini belum sesuai dengan Keadilan Restoratif . Implementasi regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat belum ada keseragaman,. 2. Kelemahan regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat pada saat ini dari substansi hukum yaitu belum adanya ketentuan yang konkret yang mengatur, dari struktur hukum belum adanya keseragaman pemahaman dan implementasi regulasi, dan dari kultur hukum masih sangat terbatasnya pemahaman dan kesadaran tentang hukum kesehatan bagi masyarakat Indonesia.3.Rekonstruksi nilai International wisdom seperti di malaysia, Amerika Serikat dan Korea Selatan. serta national wisdom, nilai keadilan regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat adalah memberikan perlindungan yang seimbang antara tenaga medis dan keluarga , pasien dan keluarga serta bagi pemangku kepentingan. dengan pelayanan kesehatan yang bermutu dan profesional. Rekonstruksi norma hukum Pasal 348 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan bisa menghasilkan regulasi penegakan hukum bagi tenaga medis yang tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat yang seimbang dari sisi kepastian hukum, kemanfaatan hukum maupun rasa keadilan masyarakat

Kata kunci: Regulasi, penegakan hukum, Tenaga Medis, gawat darurat,
Keadilan Restoratif,

Dosen Pembimbing: Mashadurohatun, Anis and Trisnadi, Setyo | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 27 Apr 2026 01:58
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46228

Actions (login required)

View Item View Item