AZRIANTI, SEFTIA (2026) REKONSTRUKSI REGULASI PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA BERBASIS NILAI KEADILAN ISLAM. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300140_fullpdf.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300140_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302300140_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302300140_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (2MB)

Abstract

Perkawinan adalah perintah agama dan merupakan hak dasar manusia demi melanjutkan keberlangsungan hidupnya. lndonesia adalah Negara plural yang terbangun dari keragaman suku, budaya, ras, dan agama. Salah satu sisi pluralisme bangsa Indonesia yang paling mendasar adalah adanya kemajemukan agama yang dianut oleh penduduknya. Diskursus tentang perkawinan beda agama terus bergulir sepanjang sejarah politik hukum perkawinan di Indonesia. Bahkan hingga saat ini, perkawinan beda agama belum diatur secara jelas dan tegas dalam Undang- Undang Nomor 1 Tahun1974 Tentang Perkawinan (UUP), yang merupakan kodifikasi hukum perkawinannasional yang berlaku di Indonesia. Kondisi pengaturan hukum yang demikian, telah melahirkan beragam penafsiran hukum dan yurisprudensi tentang hukum perkawinan beda agama, baik yang sifatnya mengabulkan, maupun yang sifatnya menolak permohonan perkawinan beda agama. Oleh sebab itu dari latar belakang tersebut disertasi ini menngakat rumusan masalah terkait 1. Benarkah Regulasi perkawinan Beda Agama Di Indonesia Belum Berbasis Nilai Keadilan; 2. Apa saja Kelemahan-Kelemahan Regulasi Perkawinan Beda Agama Di Indoneisa Saat Ini;3 Bagaimana Rekontrusi Regulasi Perkawinan Beda Agama Di Indonesia Berbasis Nilai Keadilan Islam.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang mendeskripsikan pandangan yuridis, agama-agama terhadap praktik pernikahan beda agama di Indonesia. Penelitian ini juga berjenis Non Doktrinal Jenis penelitian ini hukum non-doktrinal atau yuridis sosiologis, yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung dengan melihat kenyataan yang ada dalam praktik di lapangan, serta didasarkan atas kajian terhadap bekerjanya hukum di dalam masyarakat, dengan sumber data primer dokumen-dokumen yuridis yang mengatur tentang pernikahan beda agama di Indonesia, dokumen agama-agama di Indonesia yang mengatur tentang pernikahan beda agama di Indonesia. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui dokumentasi.
Hasil Penelitian dalam disertasi ini bahwa Regulasi Perkawinan beda agama sampai saat ini belum memiliki nilai keadilan. Regulasi Perkawinan beda agama belum diatur secara komprehensif dan membutuhkan penyamaan persepsi dengan UU adminduk Kelemahan-kelemahan dari regulasi perkawinan beda agama pada saat ini terkait dengan 3 Subtansi sistem hukum yang tidak terpenuhi pertama adalah terkait kelemahan subtansi atau regulasi, struktur dan budaya hukum masyarakta,, Rekontruksi Perkawinan beda agama dimulai Dari Pasal 35 a yang berbunyi Pencatatan perkawinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 berlaku pula bagi: perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan; dan Pasal 56 UU Perkawinan juga membutuhkan rekontruksi Dari Pasal ini menyebabkan terjadinya penyelundupan hukum, karena tidak adanya didalam penjelasan bahwa pernikahan yang dapat didaftarkan dari luar negeri haruslah perkawinan yang sah menurut agama dan bukan perkawinan yang berbeda agama hingga pengaturan tentang perkawinan campuran dalam pasal 57 UU Perkawinan.

Kata Kunci: Rekontruksi, Perkawinan Beda Agama,

Dosen Pembimbing: Hafidz, Jawade and Hadyanto, Alwan | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:54
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46214

Actions (login required)

View Item View Item