HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN ASUPAN MAKANAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA AKHIR DI SMAN 10 SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200169_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Gangguan siklus menstruasi sering dialami remaja akhir dan dapat dipengaruhi oleh status Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Asupan Makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan asupan makanan dengan siklus menstruasi pada remaja akhir di SMAN 10 Semarang.
Metode : Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 135 siswi yang dipilih secara stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Serta pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT tidak normal (55,6%), asupan makanan tidak baik (69,6%), dan siklus menstruasi tidak normal (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan siklus menstruasi (p = 0,000; r = 0,474) dan antara asupan makanan dengan siklus menstruasi (p = 0,009; r = 0,224). Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tidak normal IMT dan semakin buruk asupan makanan, maka semakin besar kemungkinan terjadi ketidakteraturan siklus menstruasi.
Kesimpulan : IMT dan asupan makanan berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja akhir. Disarankan agar remaja dapat menjaga berat badan ideal dan pola makan seimbang untuk mendukung kesehatan reproduksi.
Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Asupan Makanan, Siklus Menstruasi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
