Prakarsa, Tegar Ananta (2026) TANGGUNG JAWAB NOTARIS ATAS AKTA KUASA IN ORIGINALI APABILA PENGHADAP MEMBERIKAN KETERANGAN PALSU. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
|
Text
Magister Kenotariatan_21302400108_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Kenotariatan_21302400108_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Notaris wajib menyimpan minuta akta, akan tetapi dalam Pasal 16 ayat (2) UUJN kewajiban tersebut dikecualikan apabila Notaris mengeluarkan akta kuasa in originali. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Tanggung jawab Notaris apabila penghadap memberikan keterangan palsu dalam pembuatan akta kuasa in originali. 2) Perlindungan hukum terhadap Notaris apabila penghadap memberikan keterangan palsu dalam pembuatan akta kuasa in originali.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dan juga menggunakan data primer sebagai data pelengkap guna menunjang penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian disimpulkan: 1) Notaris hanya bertanggung jawab terhadap kepastian tanggal, bahwa memang benar pada tanggal, hari, bulan, dan tahun sebagaimana yang termuat dalam akta kuasa in originali tersebut, memang benar penghadap menghadap kepada Notaris untuk membuat akta kuasa in originali dan mengenai keabsahan tanda tangan yang ada di dalam akta kuasa in originali tersebut, Notaris tidak bertanggung jawab terhadap isi dari pada akta kuasa in originali yang dibuat oleh atau di hadapannya, isi dari pada akta kuasa in originali sepenuhnya merupakan tanggung jawab penghadap sendiri, karena akta kuasa in originali dibuat berdasarkan keinginan atau kehendak penghadap. 2) Apabila Notaris dipanggil oleh penyidik berkaitan dengan akta kuasa in originali yang dibuat di hadapannya, Majelis Kehormatan Notaris yang kemudian membentuk Majelis Pemeriksa melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap Notaris dan apabila Majelis Kehormatan memberikan persetujuan kepada Notaris untuk memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan mengenai akta kuasa in originali yang dibuat oleh atau di hadapannya, maka Notaris dapat meminta pendampingan kepada Majelis Kehormatan Notaris, hal ini dilakukan untuk melindungi Notaris serta menjaga harkat dan martabat jabatan Notaris.
Kata Kunci: Notaris, Akta Kuasa, In Originali
| Dosen Pembimbing: | Darmadi, Nanang Sri | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan |
| Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 08:57 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 08:57 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46031 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
