Susan, Susan (2026) HUBUNGAN ANTARA MASKULIN GENDER ROLE DENGAN EKSPRESI EMOSIONAL PADA REMAJA LAKI-LAKI. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200215_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200215_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Keperawatan_30902200215_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Keperawatan_30902200215_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (96kB)

Abstract

Remaja laki-laki berada pada fase perkembangan krusial dan dihadapkan pada norma sosial yang dikenal sebagai Maskulin Gender Role. Peran gender ini sering kali menuntut laki-laki untuk menampilkan kekuatan, ketahanan, dan Restrictive Emotionality (pembatasan ekspresi emosi). Tuntutan untuk menahan diri dalam mengekspresikan perasaan secara berlebihan, karena dianggap akan mengurangi maskulinitas, dapat menghambat perkembangan emosional mereka. Dalam konteks keperawatan, pemahaman terhadap hubungan ini penting untuk mendukung kesehatan mental dan mempromosikan ekspresi emosional yang sehat pada remaja laki-laki. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara maskulin gender role dengan ekspresi emosional pada remaja laki-laki.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah remaja laki-laki di SMA Negeri 1 Sultan Agung Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 304 responden. Uji bivariat untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi Spearman Rank.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai korelasi (r) sebesar -0.968 dengan nilai signifikansi (p) sebesar p < 0.01. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara maskulin gender role dengan ekspresi emosional pada remaja laki-laki. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat maskulin gender role yang dimiliki oleh remaja laki-laki, maka semakin rendah tingkat ekspresi emosional yang ditunjukkan. Hipotesis penelitian (H₁) diterima.
Simpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara maskulin gender role dengan ekspresi emosional pada remaja laki-laki. Semakin tinggi internalisasi nilai-nilai maskulinitas yang kaku, semakin rendah kemampuan remaja laki-laki dalam mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat.

Kata kunci: Maskulin Gender Role, Ekspresi Emosional, Remaja Laki-Laki.

Dosen Pembimbing: Setyowati, Wahyu Endang | nidn0612077404
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa FIK - Skripsi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 16 Apr 2026 01:41
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46019

Actions (login required)

View Item View Item