HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200224_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian karena proses pengobatannya cukup panjang dan menuntut kepatuhan pasien. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi OAT dapat memicu resistensi obat dan kegagalan terapi. Dukungan keluarga serta keyakinan diri pasien menjadi faktor yang membantu pasien tetap konsisten menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan efikasi diri dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis.
Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 76 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan keluarga, TBSES untuk menilai efikasi diri, dan MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil: Sebagian besar responden mendapat dukungan keluarga yang baik dan memiliki efikasi diri yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan p- value 0,000 (α 0,05). Efikasi diri juga berhubungan signifikan dengan kepatuhan pasien p- value 0,000 (α 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut berperan dalam keberhasilan terapi.
Simpulan: Dukungan keluarga dan efikasi diri terbukti memiliki hubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Keterlibatan keluarga dan upaya untuk memperkuat keyakinan diri pasien sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Kata kunci : dukungan keluarga, efikasi diri, kepatuhan pengobatan, tuberkulosis.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
