GAMBARAN DAMPAK PICKY EATER PADA ANAK USIA REMAJA
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902200230_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk pembentukan pola makan. Salah satu fenomena yang muncul adalah picky eating, yaitu kecenderungan memilih atau menolak jenis makanan tertentu. Perilaku ini dapat bertahan hingga masa remaja dan berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, fisiologis, dan kognitif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dampak picky eater pada remaja SMA Kesatrian 1 Semarang.
Metode: Metode penelitian menggunakan desain survey dengan sampel 156 remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Picky Eater Scale (PES), DASS-42, pengukuran IMT dan Hb, serta Cognitive Assessment Questionnaire (CAQ). Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82 responden (52,6%) termasuk kategori picky eater. Dampak psikologis yang paling banyak muncul berada pada kategori berat (25,6%). Dampak fisiologis ditunjukkan oleh anemia ringan pada 45 responden (28,8%) dan IMT di bawah normal pada 55 responden (35,5%). Dampak kognitif terbanyak berada pada kategori rendah, yaitu 59 responden (37,8%).
Simpulan: Picky eating berpengaruh terhadap kondisi psikologis, fisiologis, dan kognitif remaja. Dampak psikologis terbanyak berada pada kategori berat, dampak fisiologis ditunjukkan oleh anemia ringan dan IMT di bawah normal, sedangkan dampak terbesar terlihat pada aspek kognitif (37,8%)., dengan sebagian besar responden berada pada kategori rendah.
Kata kunci : Picky Eater, Dampak Psikologis, Dampak Fisiologis, Dampak Kognitif
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
