HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR PADA MAHASISWA AKHIR
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902400238_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh mahasiswa dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan serta fungsi kognitif, khususnya konsentrasi belajar. Gangguan tidur yang berkepanjangan menyebabkan kelelahan, penurunan perhatian, dan menurunnya kemampuan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 100. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji Analisa data menggunakan Spearman Rho.
Hasil: Hasil analisis univariat, insomnia terbanyak adalah insomnia ringan sebanyak 53 mahasiswa dengan presentase (53%). Mahasiswa terbanyak dengan tingkat konsentrasi belajar sedang sejumlah 67 mahasiswa dengan presentase (67%). Data terbanyak responden dengan jenis kelamin Perempuan sebanyak 84 dengan presentase (84%). Usia responden terbanyak 20 tahun sejumlah 57 mahasiswa dengan presentase (57%). Hasil analisis bivariat dengan spearman rho memperoleh hasil signifikan antara insomnia dengan tingkat konsentrasi belajar sebesar 0,000 nilai tersebut <0,005 dengan keeratan hubungan sedang dibuktikan dengan nilai r 0,469.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara insomnia dengan tingkat konsentrasi belajar.
Kata Kunci: Insomnia; Konsentrasi Belajar; Mahasiswa Akhir
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
