Silaban, Libartino (2026) IMPLIKASI PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KHUSUS CYBERCRIME PRAKTIK PERJUDIAN ONLINE BERBASIS NILAI KEADILAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400482_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400482_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Judi online menjadi ancaman serius dalam kategori kejahatan siber (cyber crime) karena bersifat lintas batas, anonim, dan sulit dilacak. Meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi yang melarang perjudian, penegakan hukum terhadap praktik judi online masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan tindak pidana perjudian online dalam hukum positif di Indonesia. Untuk mengetahui dan menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian online dikaitkan dengan teori sistem hukum.
Penulisan tesis ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis, sumber data terdiri data sekunder diambil dari bahan hukum pripner, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier, metode pengumpulan data melalui studi pustaka serta teknik analisis menggunakan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Judi online merupakan bentuk cybercrime yang memanfaatkan teknologi informasi dan internet sebagai media pelaksanaan tindak pidana perjudian. Pengaturan tindak pidana perjudian online dalam hukum positif di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas U.ndang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penegakan hukum terhadap judi online menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Regulasi yang ada masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya mampu mengakomodasi karakteristik kejahatan siber yang bersifat lintas batas dan dinamis. Penegakan hukum terhadap judi online di Indonesia masih terkendala dalam struktur, substansi, dan budaya hukum. Dari sisi substansi hukum, regulasi yang ada belum secara spesifik dalam mengatur mengenai perjudian online, sehingga dapat berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta disparitas dalam penegakan hukum. Dari sisi struktur hukum, keterbatasan kapasitas aparat penegak hukum dalam memahami kejahatan siber dan teknologi digital menghambat efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian online. Dari sisi budaya hukum, kesadaran masyarakat terhadap larangan judi online masih rendah. Untuk mengatasi judi online, diperlukan pengaturan yang lebih spesifik mengatur perjudian online untuk dapat mengakomodasi perkembangan teknologi dan modus operandi pelaku perjudian online yang semakin kompleks. Dari aspek struktur, peningkatan kapasitas dan kompetensi para aparat penegak hukum melalui pelatihan forensik digital dan investigasi kejahatan siber, serta patroli siber dilakukan secara berkala. Sementara itu, dari sisi budaya hukum, edukasi dan kampanye masif mengenai bahaya judi online melalui seminar ataupun sosial media sosial perlu diperkuat untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, Perjudian Online Cyber Crime
| Dosen Pembimbing: | Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:44 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
