Pengaruh Aroma terapi Peppermint terhadap Mual Muntah Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr Kariadi Semarang
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902400370_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kejadian LLA pada anak terus meningkat, salah satu terapi untuk pasien LLA yakni dengan kemoterapi. Namun kemoterapi mempunyai efek yang tidak bisa dihindari yaitu mual dan muntah. Aromaterapi menggunakan minyak peppermint dapat membantu pasien kemoterapi merasa tidak terlalu mual dan mengurangi kemungkinan muntah.
Metode : Teknik kuantitatif dipakai pada studi ini. Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pra- dan pasca-uji untuk satu kelompok. Terdapat 21 partisipan dalam penelitian ini. Kami menggunakan rumus populasi tak terbatas untuk perhitungan sampel. Aromaterapi peppermint merupakan variabel independen pada studi ini memakai uji Wilcoxon, sedangkan peringkat mual dan muntah merupakan variabel dependen.
Hasil : Analisis data menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Ini menampakkan jika penilaian mual dan muntah berbeda secara signifikan sebelum dan setelah pemberian peppermint.
Simpulan : Pasien pada studi ini yang menderita mual atau muntah melaporkan gejala yang lebih ringan setelah mengonsumsi peppermint. Ini berarti hipotesis penelitian tersebut terbukti benar.
Kata Kunci : Aroma terapi Peppermint, Mual Muntah Pasien LLA Anak, Kemoterapi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
