Hendayana, Iyus (2026) KEDUDUKAN ROYALTI HAK CIPTA LAGU SEBAGAI HARTA BERSAMA PASCA PUTUSAN CERAI DITINJAU DARI UNDANG UNDANG HAK CIPTA (STUDI PUTUSAN NOMOR 1622/PDT.G/2023/PA.JB). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400353_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400353_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400353_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400353_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (118kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh lahirnya Putusan perkara nomor 1622/Pdt.G/2023/PA.JB yang merupakan putusan pertama di Indonesia yang menetapkan royalti hak cipta lagu sebagai harta bersama yang diperoleh selama perkawinan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan royalti hak cipta lagu sebagai harta bersama pasca putusan cerai ditinjau dari Undang-Undang Hak Cipta dan Hukum Perdata dan akibat hukum dari Royalti Sebagai Harta Bersama Pasca Putusan Cerai Ditinjau Dari Undang-Undang Hak Cipta pasca Putusan Nomor 1622/PDT.G/2023/PA.JB) Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dengan metode analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan royalti hak cipta lagu sebagai harta bersama pasca putusan cerai ditinjau dari Undang-Undang Hak Cipta dan Hukum Perdata adalah royalti hak cipta lagu dalam putusan nomor 1622/Pdt.G/2023/PA.JB dikategorikan harta bersama karena bernilai ekonomi dan dianggap sebagai benda bergerak yang tidak berwujud yang didapatkan selama masa pernikahan yang sah maka segala keuntungan dari royalti tersebut mennjadi harta bersama termasuk segala turunannya hal tersebut disebabkan proses penciptaan lagu dilakukan ketika dalam masa perkawinan serta dalam Undang-Undang Hak Cipta, termasuk status hak dan perlindungan hak pencipta atas royalti tersebut dan Akibat hukum dari Royalti Sebagai Harta Bersama Pasca Putusan Cerai Ditinjau Dari Undang-Undang Hak Cipta pasca Putusan Nomor 1622/PDT.G/2023/PA.JB adalah dengan diakui sebagai harta bersama maka harus dibagi, hal ini didasarkan pada aspek hukum kebendaan bahwa royalti merupakan benda bergerak tidak berwujud dalam bentuk hak. Penetapan royalti sebagai harta bersama perkawinan pada prinsipnya telah benar karena dianggap sebagai suatau hak dalam bentuk pendapatan. Dalam putusan Majelis Hakim menetapkan pembagian royalti sebesar 50% kepada masing-masing tidak disertai pertimbangan hukum yang jelas karena royalti sebagai bagian dari hak cipta. Interpretasi terbatas atas pembagian harta bersama menjadi dua bagian sama besar bertentetangan dengan prinsip perlindungan hak pencipta dalam konteks hukum kekayaan intelektual, tidak terdapat ketentuan hukum eksplisit tentang mekanisme pembagian royalti dalam perkawinan atau pasca perceraian. Hal ini menciptakan ketidakpastian hukum yang berpotensi menimbulkan sengketa di masa depan, terutama jika royalti bersifat jangka panjang atau diwariskan

Kata Kunci : Hak Cipta Lagu, Royalti, Harta Bersama

Dosen Pembimbing: Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:46
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45844

Actions (login required)

View Item View Item