PENGARUH TERAPI OROMOTOR TERHADAP REFLEK ISAP BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN SELF EFFICACY IBU
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902400492_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami gangguan refleks isap akibat imaturitas sistem oromotor, yang berdampak pada pemenuhan nutrisi dan peningkatan morbiditas. Keterlibatan ibu dalam perawatan bayi BBLR sangat dipengaruhi oleh tingkat self-efficacy ibu. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi oromotor menggunakan metode Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi oromotor terhadap refleks isap bayi BBLR dan self-efficacy ibu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest without control. Sampel terdiri dari 17 pasangan ibu dan bayi BBLR di ruang NICU RSUP Dr. Kariadi Semarang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi PIOMI dilakukan selama 7 hari. Refleks isap bayi diukur menggunakan Neonatal Oral-Motor Assessment Scale (NOMAS), sedangkan self-efficacy ibu diukur menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP-SE). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan refleks isap bayi dan self-efficacy ibu setelah intervensi PIOMI, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Terapi oromotor PIOMI efektif meningkatkan kemampuan oromotor bayi BBLR serta kepercayaan diri ibu dalam perawatan bayi.
Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Rendah; Terapi Oromotor; PIOMI; Refleks Isap; Self-Efficacy Ibu
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
