Baysi, Rista Alfiraysa (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) INFORMED CONSENT ANTARA DOKTER DAN PASIEN (STUDI DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200585_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200585_fullpdf.pdf

| Download (6MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200585_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200585_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (43kB)

Abstract

Pelaksanaan informed consent merupakan bagian penting dalam hubungan hukum antara dokter dan pasien yang dikenal sebagai perjanjian terapeutik. Informed consent tidak hanya berfungsi sebagai persyaratan administratif sebelum tindakan medis dilakukan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pasien dan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) informed consent antara dokter dan pasien di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Nasional Diponegoro serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis-sosiologis dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan dokter, perawat, dan pasien hemodialisa, serta studi dokumentasi dan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-analitis dengan membandingkan ketentuan hukum yang berlaku dengan praktik pelaksanaan informed consent di lapangan (law in action).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) informed consent di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Nasional Diponegoro dilakukan melalui pemberian penjelasan oleh dokter serta penandatanganan formulir persetujuan tindakan medis yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran, dan dijabarkan dalam kebijakan internal rumah sakit. Dalam praktiknya, sebagian pasien memahami tujuan tindakan hemodialisa yang dijalani, namun tidak seluruhnya dapat menjelaskan kembali secara rinci mengenai risiko, manfaat, dan alternatif tindakan medis, yang dipengaruhi oleh faktor komunikasi, penggunaan istilah medis, serta kondisi fisik dan psikologis pasien.

Kata Kunci: Informed Consent, Standar Operasional Prosedur (SOP), Hemodialisa.

Dosen Pembimbing: Fitri, Amalia | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 09 Apr 2026 03:46
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45651

Actions (login required)

View Item View Item