Amar, Khoirul (2026) PROSES PENETAPAN TERSANGKA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN (Studi Kasus Polrestabes Semarang). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
|
Text
Ilmu Hukum_30302200141_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302200141_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Perlindungan anak sangat penting dan harus di perhatikan dengan baik oleh pemerintah Indonesia maupun internasional, proses penetapan tersangka terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana seringkali menimbulkan persoalan, baik dari segi prosedural maupun substansial. Aparat penegak hukum, khususnya penyidik, kerap menghadapi dilema antara penegakan hukum yang tegas dan penerapan prinsip perlindungan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses penetapan tersangka terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana, dan untuk megetahui kendala apa saja yang di hadapi dalam proses penetapan tersangka anak sebagai pelaku tindak pidana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data primer di kumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Semarang, Data sekunder di lengkapi melalui kajian literatur, dokumen resmi, buku, dan peraturan terkait proses penetapan tersangka anak. Sumber dan metode di lakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan, sehingga menghasilkan proses penetapan tersangka anak yang lebih mengutamakan perlindungan anak dan diversi.
Hasil penelitian dan pembahasan menujunkkan bahwa proses penetapan tersangka pada anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan di mulai dari menerima laporan atau aduan masyarakat dengan syarat-syarat korban harus membawa identitas diri beserta bukti pendukung kemudian aduan di terima untuk pemeriksaan penyelidikan, penyidikan oleh penyidik kusus anak, pengumpulan alat bukti, proses diversi. Namun pada prakteknya sering menghadapi dinamika tertentu seperti penyelesaian masalah gagal menggunakan diversi karena tidak adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, identitas pelaku sering tersebar di media sosial, dan kurang optimalnya pendampingan dari orang tua. Dalam proses penetapan tersangka anak sebagai pelaku tindak pidana sering menemui dua kendala yaitu internal dan eksternal, kendala internal seperti kurangnya penyidik khusus anak dan fasilitas ruang pemeriksaan yang ramah anak. Sedangkan kendala eksternal seperti anak takut di wawancari untuk di mintai keterangan, kurangnya pemahaman tentang hokum, tersangka sering di marahi orang tua saat pemeriksaan. Solusi untuk menangani kendala proses penetapan tersangka anak yaitu dengan penambahan penyidik khusus anak, memperbaiki fasilitas ruang pemeriksaaan yang ramah anak, dan memberikan pendampingan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan.
Kata Kunci : Anak, kekerasan, pelaku, penetapan tersangka.
| Dosen Pembimbing: | Prayitno, Ahmad Hadi | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 03:37 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
