Eliana, Jelita (2026) TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HAK ANAK DALAM PENETAPAN HAK ASUH PASCA PERCERAIAN (Studi Putusan Nomor 65/Pdt.G/2021/PA.Sal). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200136_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200136_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200136_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200136_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (446kB)

Abstract

Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan perkawinan antara suami dan istri, tetapi juga menimbulkan implikasi hukum yang signifikan terhadap pemenuhan dan perlindungan hak anak, khususnya terkait penetapan hak asuh. Dalam praktik peradilan, penentuan hak asuh anak pasca perceraian kerap menjadi sumber sengketa karena melibatkan kepentingan kedua orang tua dan kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak pasca perceraian serta mengkaji bentuk perlindungan hak anak dalam Putusan Pengadilan Agama Salatiga Nomor 65/Pdt.G/2021/PA.Sal.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan dan studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan serta putusan pengadilan yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim dalam menetapkan hak asuh anak mendasarkan pertimbangannya pada prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Pertimbangan hukum tersebut merujuk pada Pasal 41 dan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menegaskan kewajiban kedua orang tua dalam pemeliharaan dan pendidikan anak pasca perceraian, serta Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang mengatur bahwa hak asuh anak yang belum mumayyiz pada prinsipnya berada pada ibu, kecuali terdapat alasan hukum yang membuktikan ketidaklayakan. Selain itu, hakim juga mempertimbangkan aspek kemampuan orang tua dalam menjamin kesejahteraan, pendidikan, dan lingkungan tumbuh kembang anak. Dengan demikian, putusan hakim tidak semata-mata berorientasi pada norma tertulis, tetapi juga pada perlindungan hak anak secara substantif dan berkeadilan.

Kata Kunci: hak asuh anak, perlindungan hak anak, perceraian, pertimbangan hakim, Kompilasi Hukum Islam.

Dosen Pembimbing: Mashadurohatun, Anis | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 08 Apr 2026 03:37
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45491

Actions (login required)

View Item View Item