Firdausy, Rineksan Faaza Sekar (2026) PENERAPAN GUGATAN REKONVENSI SEBAGAI HAK ISTIMEWA PEREMPUAN DALAM PERKARA CERAI TALAK (Studi Putusan Pengadilan Agama Jepara Nomor: 876/Pdt. G/2023/PA.Jepr). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000456_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000456_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (106kB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000456_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000456_fullpdf.pdf

| Download (1MB)

Abstract

Perceraian melalui cerai talak merupakan salah satu bentuk pemutusan perkawinan yang diajukan oleh suami ke Pengadilan Agama. Dalam praktiknya, cerai talak tidak hanya berimplikasi pada putusnya hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan akibat hukum terhadap hak-hak istri, seperti nafkah iddah, mut’ah, nafkah anak, dan harta bersama. Oleh karena itu, hukum memberikan ruang kepada istri untuk mengajukan gugatan rekonvensi sebagai bentuk perlindungan hak, yang dalam konteks tertentu dipandang sebagai hak istimewa perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan gugatan rekonvensi sebagai hak istimewa perempuan dalam perkara cerai talak serta menelaah pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Jepara Nomor: 876/Pdt.G/2023/PA.Jepr.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan rekonvensi dalam perkara cerai talak memiliki kedudukan hukum yang sah dan menjadi sarana bagi istri untuk menuntut hak-haknya secara bersamaan tanpa harus mengajukan gugatan terpisah. Penerapan rekonvensi dalam perkara a quo mencerminkan adanya perlindungan hukum terhadap perempuan, terutama dalam pemenuhan hak nafkah, mut’ah, dan keadilan pasca perceraian. Selain itu, hakim dalam putusannya telah mempertimbangkan asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kompilasi Hukum Islam. Gugatan rekonvensi dalam perkara cerai talak merupakan instrumen hukum yang penting untuk menjamin perlindungan hak-hak perempuan serta mewujudkan keadilan substantif dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama.

Kata kunci: cerai talak, gugatan rekonvensi, hak istimewa perempuan, Pengadilan Agama, perlindungan hukum.

Dosen Pembimbing: Fitri, Amalia | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 07 Apr 2026 08:46
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45410

Actions (login required)

View Item View Item